https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kemenpar Diminta Manfaatkan AI untuk Pariwisata Berdaya Saing Global

Samrut Lellolsima | Kamis, 22/01/2026 16:17 WIB



Transformasi digital telah menjadikan Gen AI sebagai arsitek utama dalam personalisasi pengalaman wisata, mulai dari perencanaan perjalanan, pemesanan layanan. Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDIP, Banyu Biru Djarot. (Foto: Dok. Gesuri)

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi VII DPR RI Banyu Biru Djarot menilai adopsi Generative Artificial Intelligence (Gen AI) dalam industri pariwisata nasional tidak bisa lagi dianggap sebagai opsi tambahan. Adopsi Gen AI saat ini justru menjadi kebutuhan strategis dalam menghadapi perubahan struktur industri pariwisata global. 

Dia menyoroti data global yang menunjukkan mayoritas wisatawan kini mengandalkan teknologi AI dalam menentukan destinasi dan pengalaman wisata yang diinginkan.

"Transformasi digital telah menjadikan Gen AI sebagai arsitek utama dalam personalisasi pengalaman wisata, mulai dari perencanaan perjalanan, pemesanan layanan, hingga pengelolaan hubungan dengan wisatawan," kata Banyu Biru dikutip dari keterangannya, Kamis (22/1).

Baca juga :
Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara Terkait Pemerasan Sertifikasi K3

Kendati begitu, Politikus PDIP ini menekankan bahwa adopsi Gen AI harus dilakukan secara terukur, berkeadilan, dan berpihak pada kepentingan nasional.

"Negara tidak boleh berhenti pada posisi sebagai pasar teknologi, tetapi harus memastikan peningkatan kapasitas sumber daya manusia pariwisata agar mampu menjadi pengguna aktif, pengelola, bahkan inovator teknologi," ujarnya.

Baca juga :
Presiden Lebanon Siap Tempuh Cara Mustahil Setop Perang

Banyu mendorong Kementerian Pariwisata (Kemenpar) pada tahun 2026 untuk menyusun peta jalan adopsi Gen AI yang komprehensif, mencakup pelatihan dan sertifikasi SDM pariwisata, perlindungan tenaga kerja lokal, serta penguatan etika penggunaan AI.

Menurutnya, transformasi digital harus meningkatkan produktivitas dan kualitas layanan, bukan menciptakan ketimpangan baru. Lebih lanjut, Banyu Biru mengingatkan bahwa kualitas pengalaman wisata kini sangat dipengaruhi oleh teknologi digital dan kesadaran keberlanjutan.

Baca juga :
Pemerintah Ajak Anak Muda Jadi Pelopor Pembangunan Kawasan Transmigrasi

Survei Skyscanner tahun 2024 mencatat 54 persen wisatawan global merasa percaya diri menggunakan AI untuk merencanakan perjalanan pada 2026.

Oleh karena itu, pengawasan implementasi AI agar berpihak pada tenaga kerja lokal menjadi agenda penting DPR dan pemerintah bersama. Komisi VII akan terus mengawal kebijakan ini demi pariwisata berdaya saing dan inklusif nasional.

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Komisi VII Banyu Biru Djarot Kemenpar RI pariwisata global Gen AI Politikus PDIP

Humanika

Minggu, 05/07/2026 23:59 WIB

Apakah Sholat Safar Harus di Masjid?

Minggu, 05/07/2026 23:30 WIB

Lima Doa Setelah Melaksanakan Sholat Safar

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777