https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Bupati Aceh Utara Kritisi Kelangkaan Gas Elpiji Pascabencana

Aliyudin Sofyan | Kamis, 25/12/2025 17:57 WIB



Bupati Aceh Utara menegaskan bahwa hingga hampir satu bulan setelah bencana, distribusi elpiji belum pulih secara menyeluruh. Ilustrasi gas elpiji 3 kg. Foto: infopublik

ACEH UTARA, Jurnas.com — Hampir sebulan pascabencana banjir dan longsor, distribusi gas elpiji 3 kilogram di Kabupaten Aceh Utara masih langka dan belum menjangkau seluruh kecamatan. 

Kondisi ini memicu kelangkaan berkepanjangan di sejumlah wilayah dan membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan energi dasar di tengah proses pemulihan.

Persoalan tersebut ditegaskan langsung Bupati Aceh Utara, Ismail A Jalil, dalam rapat evaluasi lanjutan di Aceh Utara pada Senin (22/12/2025). 

Baca juga :
Long Weekend, Penumpang Whoosh Capai 95 Ribu Orang

Dalam rapat tersebut, ia secara tegas menyoroti peran Pertamina Patra Niaga menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait kelangkaan elpiji yang terjadi hingga berminggu-minggu pascabanjir.

Bupati Aceh Utara menegaskan bahwa hingga hampir satu bulan setelah bencana, distribusi elpiji belum pulih secara menyeluruh.

Baca juga :
Pidato Prabowo soal Dolar AS Jangan Jadi Alat Propaganda Politik

“Hingga memasuki hari ke-26 setelah banjir, masih banyak wilayah yang belum menerima distribusi gas elpiji,” ujar Ismail A Jalil melalui keterangannya, Kamis (25/12/2025).

Ia menilai keterlambatan ini berdampak langsung pada kehidupan masyarakat, mengingat elpiji 3 kilogram merupakan kebutuhan pokok yang tidak dapat ditunda, terutama dalam situasi darurat pascabencana.

Baca juga :
Eks Ketua KPK Usul Audit Kerugian Negara Tidak Dimonopoli BPK

Dalam pemantauan langsung ke lapangan, Bupati Aceh Utara menyebut masih ditemukannya desa-desa yang dalam waktu lama tidak menerima pasokan elpiji sama sekali, sehingga memicu keresahan warga.

“Seperti di Matang Jeulikat, Kecamatan Seunuddon, itu sudah lama tidak ada tabung gas," bebernya.

Ia menegaskan, persoalan tersebut mencerminkan terhentinya distribusi di tingkat wilayah dan telah mencapai skala yang mengkhawatirkan.

"Karena Pertamina tidak masuk. Sudah dikumpulkan warga sampai 1.000 tabung, ini persoalan serius,” tegasnya.

Kelangkaan elpiji yang berkepanjangan ini juga berdampak pada lonjakan harga di pasaran. Berdasarkan laporan masyarakat, harga elpiji 3 kilogram melonjak tajam, semakin menekan warga yang masih berjuang memulihkan kondisi ekonomi pascabencana.

Merespons situasi tersebut, Bupati Aceh Utara mendesak agar penanganan segera dilakukan secara konkret dan terukur. Ia meminta Pertamina Patra Niaga bersama instansi terkait untuk memastikan kelancaran suplai serta menstabilkan harga melalui langkah-langkah darurat, termasuk operasi pasar.

“Kondisi ini tidak boleh dibiarkan. Dinas Perdagangan tolong libatkan Pertamina agar suplai gas elpiji terjamin untuk seluruh wilayah Aceh Utara dan harga bisa kembali normal,” pungkasnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Gas elpiji Ismail Jalil Pascabencana Aceh

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777