https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Imbauan Pakar agar Pembatasan Medsos Tak Disiasati Anak

Mutiul Alim | Rabu, 24/12/2025 18:13 WIB



Pembatasan usia dinilai bisa menjadi langkah awal yang strategis dalam rangka melindungi anak di ruang digital. Namun, harus diiringi dengan penguatan literasi Ilustrasi ciri-ciri anak kecanduan media sosial (Foto: Pexels/Ron Lach)

Jakarta, Jurnas.com - Pemerintah mewacanakan pembatasan media sosial berbasis usia, pasca Australia mengenalkan peraturan kontroversial ini pada awal Desember lalu.

Menurut pakar IPB University, Dr. Yulina Eva Riany, menilai pembatasan usia bisa menjadi langkah awal yang strategis dalam rangka melindungi anak di ruang digital. Namun, tak kalah penting mesti diiringi dengan penguatan literasi digital.

Menurut Yulina, pembatasan usia memiliki nilai penting sebagai bentuk edukasi awal bagi masyarakat, terutama di Indonesia yang cenderung lebih patuh terhadap aturan yang disertai sanksi dibandingkan imbauan semata.

Baca juga :
Pembatasan Medsos Anak Resmi Berlaku, Menkomdigi: Tak Boleh Ada Kompromi

"Pembatasan media sosial berbasis usia dapat diposisikan sebagai shock therapy awal untuk meningkatkan kesadaran kolektif tentang pentingnya perlindungan anak di ruang digital," ujar Yulina dikutip dari laman resmi IPB University pada Rabu (24/12).

Dia menekankan bahwa kebijakan pembatasan tidak akan efektif jika diterapkan secara tunggal. Penguatan literasi digital, khususnya bagi orang tua, menjadi prasyarat penting agar kebijakan tidak berhenti sebagai aturan administratif.

Baca juga :
Pembatasan Medsos Anak Bukti Negara Hadir Lindungi Ruang Digital

"Anak-anak memiliki kemampuan adaptasi digital yang sangat cepat, termasuk dalam mencari celah untuk mengakali batasan usia. Karena itu, pembatasan harus diimbangi dengan peningkatan literasi digital orang tua dan sekolah," dia menambahkan.

Dr Yulina menyebut literasi digital memungkinkan orang tua melakukan pendampingan yang efektif. Sementara sekolah berperan membangun kemampuan berpikir kritis, etika digital, dan kesadaran anak terhadap risiko di ruang daring.

Baca juga :
Kemenag Siapkan Penguatan Literasi Digital 13 Juta Santri dan Siswa

Tanpa kesiapan tersebut, kebijakan justru berpotensi menimbulkan kesenjangan antara regulasi dan praktik di lapangan.

Dalam konteks Indonesia, dia menilai risiko terbesar dari pembatasan media sosial tanpa kesiapan ekosistem ialah meningkatnya akses tersembunyi oleh anak. Kondisi ini membuat anak lebih rentan terhadap konten berbahaya, perundungan daring, eksploitasi data pribadi, hingga paparan ideologi ekstrem.

"Jika anak mengakses media sosial secara diam-diam tanpa pendampingan, risikonya justru jauh lebih besar," ujar Yulina.

Pembatasan media sosial juga berpotensi memperlebar kesenjangan digital dan sosial apabila tidak dirancang secara inklusif. Anak dari keluarga dengan literasi digital tinggi cenderung tetap dapat mengakses ruang digital secara aman, sementara anak dari keluarga rentan berisiko kehilangan akses terhadap ruang belajar dan ekspresi diri.

Oleh karena itu, dia menekankan pentingnya intervensi afirmatif, seperti edukasi publik yang merata, dukungan bagi sekolah, serta pengembangan strategi pembelajaran yang tidak sepenuhnya bergantung pada media digital.

Pembelajaran berbasis praktik, proyek, dan eksperimen dinilai dapat menjadi alternatif untuk mencegah ketertinggalan akses pembelajaran.

Dia juga mengingatkan bahwa pendekatan pembatasan yang terlalu menekankan larangan berpotensi mendorong anak menggunakan akun palsu, atau berpindah ke platform lain yang lebih tertutup dan minim pengawasan.

"Pendekatan yang seimbang antara pembatasan, pendampingan, dan edukasi jauh lebih efektif dibandingkan larangan absolut," kata dia.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Pembatasan Medsos Literasi Digital Pakar IPB Yulina Eva Riany

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777