https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Menag: Bhinneka Tunggal Ika Penjaga Harmoni Beragama

Vaza Diva | Selasa, 23/12/2025 13:56 WIB



Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya nilai Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan berpikir dalam moderasi beragama. Menteri Agama, Nasaruddin Umar memberikan pidato kebudayaan pada agenda Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 di Jakarta, pada Senin (Foto: kemenag)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan pentingnya nilai Bhinneka Tunggal Ika sebagai landasan berpikir dalam moderasi beragama, agar keberagaman tidak bergeser menjadi sumber pertentangan.

Pesan tersebut disampaikannya dalam pidato kebudayaan pada agenda Refleksi 2025 dan Proyeksi 2026 yang berlangsung di Jakarta.

“Bhinneka Tunggal Ika itu bukan sekadar slogan pemersatu. Ia adalah doktrin kebudayaan yang lahir dari pengalaman panjang bangsa ini hidup dalam perbedaan. Tanpa pemahaman itu, perbedaan mudah sekali berubah menjadi konflik,” ujar Menag Nasaruddin Umar, Selasa (22/12/2025).

Baca juga :
Menag: Tak Cukup Regulasi, Cegah Kekerasan Seksual Perlu Perubahan Budaya

Kegiatan ini dihadiri jajaran pejabat eselon I dan II Kementerian Agama Republik Indonesia, staf khusus dan tenaga ahli Menteri Agama, serta para rektor perguruan tinggi keagamaan dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag dari berbagai daerah.

Dalam paparannya, Menag mengingatkan bahwa sejak awal Indonesia berdiri di atas realitas kemajemukan suku, agama, dan tradisi. Namun, ketika perbedaan hanya dipahami secara dangkal, ruang dialog menyempit dan prasangka antarkelompok mudah berkembang.

Baca juga :
Menag: Tak Ada Dalil yang Bisa Menyebabkan Perempuan Itu Terpinggirkan

“Kalau perbedaan terus-menerus ditonjolkan tanpa kedalaman pemahaman, kita akan terus berada dalam ketegangan sosial. Ini berbahaya bagi masa depan kebangsaan. Karena itu, kebijaksanaan budaya menjadi sangat penting,” kata Menag Nasaruddin.

Ia menilai, konsep moderasi beragama menuntut kedewasaan dalam memahami ajaran agama secara substansial. Banyak gesekan sosial, menurutnya, muncul karena agama dipersepsikan sebatas simbol dan identitas, bukan sebagai nilai kemanusiaan yang menyatukan.

Baca juga :
Menag: Pesantren Harus Jadi Tempat Paling Aman bagi Anak

“Kalau kita mau membuka diri dan menggali lebih dalam, nilai-nilai kemanusiaan dalam agama itu sangat dekat satu sama lain. Di situlah letak moderasi beragama. Moderasi bukan mengurangi iman, tetapi memperdalam pemahaman,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menag menekankan bahwa Bhinneka Tunggal Ika seharusnya menjadi kerangka berpikir bersama dalam mengelola keberagaman. Tanpa pijakan tersebut, masyarakat berisiko terjebak dalam sikap eksklusif dan klaim kebenaran sepihak.

“Perbedaan adalah keniscayaan sejarah. Tetapi persatuan adalah pilihan sadar yang harus terus diperjuangkan. Di situlah fungsi Bhinneka Tunggal Ika dalam kehidupan beragama,” tuturnya.

Menutup pidatonya, Menag mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk aktif menjaga kebudayaan dan memperkuat moderasi beragama. Ia menegaskan bahwa arah masa depan bangsa sangat ditentukan oleh langkah-langkah yang diambil hari ini.

“Kalau kita menunda terus, kita akan kehilangan arah kebudayaan kita sendiri. Tanggung jawab ini tidak bisa dibebankan kepada satu generasi saja. Ini kerja bersama yang harus dimulai hari ini,” pungkasnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Menteri Agama Nasaruddin Umar Bhinneka Tunggal Ika moderasi beragama

Terkini | Rabu, 05/08/2026 07:00 WIB

Humanika

5 Agustus 2026, Cek Daftar Peringatan Hari Ini

Olahraga

Kalah dari Persib, Taktik Shin Tae-yong di Persija Mulai Dipertanyakan

Gaya Hidup

Perubahan Iklim Ancam Produksi Padi Global, Peneliti Temukan Risiko Besar

News

Menkomdigi Minta Waspadai Hoaks Demo, Banyak Video Lama Kembali Viral

News

Menteri ATR Targetkan Pelayanan Balik Nama Hak Tanah Paling Lama 10 Hari

News

KPK Geledah Kantor Imigrasi Jakarta Selatan Terkait Kasus Silmy Karim

Gaya Hidup

Bagaimana Cara Membuat Alat Sederhana untuk Melihat Gerhana Matahari

News

Legislator: Negara Jangan Hanya Menyita, Aset Rampasan Harus Tetap Bernilai

News

KPK Siap Hadapi Praperadilan Tersangka Suap Auditor BPK Muara Enim

News

Kemenkes Tegaskan Anak Harus Dilindungi dari Promosi Vape

News

Kapal Migran Terbakar di Selat Inggris, 157 Orang Berhasil Diselamatkan

News

Basarnas Alihkan Operasi SAR KMP Muatiara Sentosa 2 jadi Operasi Rutin

News

Jaksa Agung Cabut Sementara Status Jaksa Febrie Adriansyah

Humanika

Apa Mahar Terbaik dalam Pandangan Islam?

Info Bank BNI

Ganda Putra Indonesia Raih Tiga Gelar, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

News

Ketua Komisi III: Tidak Benar Ada Surat Presiden Soal Pengganti Kapolri

Humanika

7 Perkara yang Membatalkan Salat Menurut Fikih

Humanika

6 Hal Mubah dalam Salat yang Boleh Dilakukan Tanpa Membatalkan Ibadah

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777