https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Bahaya Banjir Rob bagi Kendaraan, Air Laut Bisa Percepat Kerusakan

Agus Mughni | Sabtu, 06/12/2025 16:05 WIB



Selain merendam permukiman, air laut ini juga menimbulkan ancaman serius bagi kendaraan bermotor yang melintas di area tergenang Ilustrasi - Banjir kepung Bundaran HI, Jakarta (Foto: Merdeka)

Jakarta, Jurnas.com - Banjir rob kembali melanda wilayah pesisir DKI Jakarta, terutama Jakarta Utara dan Kepulauan Seribu, mengganggu aktivitas warga. Namun selain merendam permukiman, air laut ini juga menimbulkan ancaman serius bagi kendaraan bermotor yang melintas di area tergenang.

Dikutip dari berbagai sumber, fenomena ini bisa menjadi berbahaya karena air rob memiliki kandungan garam yang tinggi sehingga bersifat korosif. Oleh sebab itu, kendaraan yang terpapar tanpa perawatan cepat berisiko mengalami kerusakan lebih cepat dibanding terendam banjir biasa.

Paparan garam pada bodi kendaraan mempercepat reaksi oksidasi yang membuat logam mudah berkarat, bahkan lapisan cat pelindung dapat mengelupas jika tidak segera dibersihkan. Kondisi ini kemudian merembet ke bagian rangka dan kaki-kaki yang menjadi titik paling rentan terkena korosi.

Baca juga :
Mengapa Fenomena Worm Moon dan Gerhana Bulan Bisa Memicu Banjir Rob?

Kerusakan pada rangka, suspensi, rem, dan knalpot dapat muncul lebih cepat karena seluruh area tersebut bersentuhan langsung dengan genangan. Selain itu, korosi pada komponen struktural berpotensi mengganggu stabilitas kendaraan dan meningkatkan risiko kecelakaan.

Sementara itu, sistem kelistrikan kendaraan turut menjadi korban karena air laut merupakan konduktor listrik yang kuat. Ketika masuk ke ruang mesin atau jalur kabel, air asin dapat memicu korsleting serta merusak sensor hingga membuat sistem elektronik mati secara bertahap.

Baca juga :
Potensi Abrasi Hingga Banjir Rob Ancam Pesisir di Pulau Jawa

Dampak terburuk terjadi ketika air laut masuk ke saluran udara atau bercampur dengan oli mesin sehingga menurunkan kualitas pelumasan. Akibatnya, bagian mesin mengalami keausan lebih cepat dan bahkan dapat mengalami kerusakan berat yang membutuhkan biaya perbaikan tinggi.

Komponen rem juga tidak luput dari risiko karena garam mempercepat karat pada cakram dan kaliper. Kondisi ini berbahaya karena daya cengkeram rem dapat menurun hingga membuat kendaraan sulit dikendalikan.

Baca juga :
Populix: Hanya 2 dari 5 Orang Indonesia yang Paham Asuransi TPL Kendaraan Bermotor

Selain kerusakan teknis, air laut yang meresap ke dalam kabin dapat menimbulkan bau menyengat dan memicu tumbuhnya jamur. Kebersihan interior dapat terus memburuk karena garam yang menempel pada jok dan karpet sulit dibersihkan tanpa penanganan khusus.

Dengan berbagai risiko tersebut, warga diimbau untuk menghindari melintasi banjir rob karena dampaknya tidak selalu terlihat langsung. Apabila kendaraan terlanjur melewati genangan, pemilik disarankan segera mencuci bagian kolong dan ruang mesin serta melakukan pemeriksaan ke bengkel untuk mencegah kerusakan jangka panjang.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Banjir Rob Bahaya Air Laut Kendaraan Bermotor

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777