https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Hari Sabtu, Dikenal Sebagai Hari Apa dalam Islam?

Vaza Diva | Sabtu, 29/11/2025 09:09 WIB



Dalam tradisi Islam, setiap hari dalam sepekan memiliki makna dan sejarah tersendiri. Ilustrasi - hari Sabtu (Foto: tribunnews)

Jakarta, Jurnas.com - Dalam tradisi Islam, setiap hari dalam sepekan memiliki makna dan sejarah tersendiri. Namun, diantara hari-hari tersebut, hari Sabtu sering kali menimbulkan pertanyaan di kalangan umat Muslim: apakah hari Sabtu memiliki kekhususan dalam Islam?

Hari Sabtu dalam bahasa Arab dikenal sebagai Yaumul Sabt. Dalam Al-Qur`an, hari Sabtu disebut dalam konteks kisah Bani Israil yang melanggar perintah Allah untuk tidak berburu ikan pada hari tersebut.

Allah SWT berfirman:

Baca juga :
Mengenal Hari Tasyrik: Makna, Asal Usul hingga Larangan Puasa

وَسْـَٔلْهُمْ عَنِ ٱلْقَرْيَةِ ٱلَّتِى كَانَتْ حَاضِرَةَ ٱلْبَحْرِ إِذْ يَعْدُونَ فِى ٱلسَّبْتِ
"Dan tanyakanlah kepada mereka tentang kota yang terletak di dekat laut, ketika mereka melanggar peraturan pada hari Sabtu..."
(QS. Al-A’raf: 163)

Dalam ayat tersebut, kaum Yahudi dilarang berburu pada hari Sabtu sebagai bentuk ujian. Namun mereka melanggarnya dengan cara-cara yang licik, hingga Allah murka dan menghukum mereka.

Baca juga :
Panduan Adab dan Sunah Hari Jumat Sesuai Tuntunan Rasulullah

Berbeda dengan hari Jumat yang diagungkan sebagai sayyidul ayyam (penghulu hari), Islam tidak menetapkan hari Sabtu sebagai hari istimewa untuk ibadah atau amalan khusus. Bahkan, dalam beberapa riwayat, Rasulullah SAW menyebut hari Sabtu sebagai hari yang tidak dianjurkan untuk berpuasa sendirian, kecuali jika bertepatan dengan kebiasaan puasa lainnya.

Nabi SAW bersabda:

Baca juga :
Ini Surat di Al-Qur`an yang Dianjurkan Dibaca pada Hari Jumat

"Janganlah kalian berpuasa pada hari Sabtu, kecuali jika termasuk puasa yang diwajibkan atas kalian."
(HR. Abu Dawud, Tirmidzi)

Hadis ini menunjukkan bahwa puasa sunnah pada hari Sabtu secara khusus tidak dianjurkan, kecuali jika ada alasan syar’i, seperti puasa qadha, puasa daud, atau jika bertepatan dengan hari Ayyamul Bidh atau puasa sunnah lainnya.

Dalam sejarah, hari Sabtu merupakan hari suci bagi umat Yahudi (Sabat/Sabbath). Mereka diwajibkan untuk beristirahat total dan tidak melakukan pekerjaan duniawi pada hari itu. Dalam konteks ini, hari Sabtu menjadi simbol pengingkaran dan pelanggaran aturan di kalangan Bani Israil karena tidak menaati ketentuan Allah.

Islam tidak memberikan keistimewaan khusus terhadap hari Sabtu sebagaimana hari Jumat. Sebaliknya, hari Sabtu lebih sering disebut dalam konteks peringatan atas pelanggaran umat terdahulu. Maka, umat Islam diingatkan agar tidak mengulangi kesalahan yang sama, dan tetap berpegang pada ajaran Islam secara utuh.

Meskipun tidak ada larangan untuk beribadah di hari Sabtu, namun tidak ada juga keutamaan khusus yang perlu dikultuskan. Hari Sabtu, sebagaimana hari lainnya, tetap menjadi kesempatan untuk melakukan amal saleh, namun tidak secara spesifik ditetapkan sebagai hari yang penuh keistimewaan dalam Islam.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Info Keislaman Hari Sabtu sejarah Islam

Terpopuler

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Selasa, 16/06/2026 05:05 WIB
Gaya Hidup

16 Juni 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777