https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kilang Pertamina Indonesia Pilih Sewa Kapal Olimpic Luna karena Lebih Murah

Gery David Sitompul | Rabu, 19/11/2025 01:12 WIB



Sidang dugaan tindak pidana korupsi tata kelola minyak di lingkungan PT Pertamina (Persero) di Pengadilan Tipikor Jakarta pada hari ini mengungkap fakta baru. Sidang kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan kilang minyak PT Pertamina.

Jakarta, Jurnas.com - Sidang dugaan tindak pidana korupsi tata kelola minyak di lingkungan PT Pertamina (Persero) di Pengadilan Tipikor Jakarta pada Selasa, 18 November 2025 malam, mengungkap fakta baru.

Dalam persidangan itu terungkap PT Kilang Pertamina Indonesia (KPI) lebih memilih menyewa kapal Olimpic Luna dibanding kapal Suezmax karena lebih murah.

Hal itu terungkap dalam kesaksian mantan VP Sales & Marketing PT Pertamina International Shipping (PT PIS), Muhamad Resa yang dihadirkan sebagai saksi untuk terdakwa Direktur Feedstock and Produk Optimization PT Pertamina Internasional Sani Dinar Saifuddin selaku, Direktur Utama PT Pertamina International Shipping Yoki Firnandi, dan Vice President (VP) Feedstock Agus Purwono.

Baca juga :
KPK Dalami Nilai Investasi PPT Energy Trading

Kemudian, terdakwa beneficial owner PT Navigator Katulistiwa, Muhammad Kerry Andrianto Riza dan Komisaris PT Navigator Katulistiwa, Dimas Werhaspati, dan Komisaris PT Jenggala Maritim sekaligus Direktur Utama PT Orbit Terminal Merak, Gading Ramadhan Joedo.

Dalam persidangan itu, Resa menjelaskan mengenai proses permintaan sewa kapal angkut minyak mentah dari PT Kilang Pertamina Internasional (PT KPI). Kapal tersebut untuk mengangkut minyak mentah dari dari Afrika Barat menuju Cilacap.

Baca juga :
Melalui Surat, Kerry Riza Harap Prabowo Bantu Dapatkan Keadilan

Pengadaan kapal tersebut melalui negosiasi sehingga mendapatkan harga yang sesuai.

"Sepengetahuan saudara saksi kapan ada komunikasi atau permintaan dari PT KPI terkait pengadaan kapal untuk mengangkut minyak mentah dari Afrika Barat. Ini kan KPI ada pelelangan di bawah satu juta barel yang akan diangkut ke Indonesia membutuhkan kapal. Apakah pernah PT PIS menerima surat dari KPI terkait permintaan penawaran harga dari PIS untuk mengadakan kapal untuk minyak mentah tadi dari Afrika Barat ke Indonesia," tanya jaksa kepada Resa di ruang persidangan.

Baca juga :
KPK Periksa Internal Audit Pertamina Terkait Korupsi di PPT ET

Dipaparkan, pada 15 November 2022, PT PIS menerima permintaan penawaran jasa pengangkutan kapal dari PT Pertamina Kilang Internasional (PT KPI). Permintaan tersebut berkaitan dengan impor minyak mentah jenis Escravos sebanyak 950 MB untuk kebutuhan RU IV Cilacap, dengan jadwal kedatangan (ALD) pada 3–4 Januari 2023. Menindaklanjuti permintaan itu, PT PIS sebagai subholding PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang penyedia jasa pelayaran mencarikan kapal pengangkut jenis Suezmax, yang menurut Resa dianggap sesuai dengan kapasitas impor tersebut.

"Jadi kalau gambaran besarnya tahap pertama itu tanggal 15 November sampai 7 Desember. Dan setelah itu tanggal 7 Desember sampai 30 Desember 2022," jawab Resa.

Resa menerangkan pada tahap pertama pihaknya menawarkan US$ 9,4 juta untuk sekali pengangkutan dengan kapal Suezmax.

Kemudian disebutkan terjadi kenaikan harga imbas dari kenaikan kurs dolar dan pasar kapal, penawaran naik menyentuh angka US$ 10,5 juta.

Namun, PT KPI menilai angka tersebut terlalu mahal.

"Ini ceritanya masih menggunakan kapal Suezmax. Kemudian apa tindaklanjutnya setelah US$ 10,5 juta tersebut dianggap mahal. PT KPI meminta penawaran lagi atau meminta kapal tipe lain," kata jaksa.

Jaksa lalu menanyakan apa tindak lanjut dari penolak harga tersebut.

"KPI meminta penawaran lagi atau mencarikan kapal tipe lain," tanya jaksa.

Resa di persidangan menerangkan pada 7 Desember 2022, PT KPI meminta menjajaki potensi rencana kerja sama dengan Totsa.

"Kemudian apa tindak lanjut saudara ketika ada permintaan untuk menindaklanjuti Totsa. Yang dimaksud kapal apa VLCC. Jadi ketika PT KPI menganggap harga Suezmax mahal kemudian ia menyodorkan alternatif kapal lain VLCC. Apa tindak lanjut dari PIS ada permohonan itu," tanya jaksa.

Kemudian Resa mengatakan pihaknya meneruskan informasi tersebut ke PIS Singapura.

Resa lalu membacakan balasan dari PIS Singapura penawaran harga US$ 6,9 juta dengan kapal Olimpic Luna.

"Oke berarti ada nilai muncul lagi US$ 6,9 juta. Itu menggunakan kapal apa pak?" Tanya jaksa.

"Disebutkan kapal Olimpic Luna," jawab Resa.

Dikatakan kapal tersebut ukuran lebih besar dari permintaan kapal Suezmax dengan harga sewa US$ 6,9 juta.

"Singkat cerita Suezmax kemahalan kemudian ditolak minta dicarikan kapal yang baru alternatifnya ternyata dapatlah. VLCC dengan nama kapalnya Olimpic Luna dengan harga US$ 6,9 juta," jelas jaksa.

Jaksa lalu menanyakan kapal tersebut disewa secara penuh atau setengah.

"Harga 6,9 (juta dolar) ini, harga penyewaan VLCC atau kapal ini. Co-load satu kapal dibagi dua, ada minyak mentah yang dikirim kepunyaan Totsa dan satu lagi kepunyaan milik KPI," tanya jaksa.

"Kalau dalam email ini disebutkan co-load," jawab Resa.

"Berarti harga 6,9 (juta dolar) ini harga co-load ya. Co-load ini kan satu kapal dibagi dua barengan dengan pihak yang menyewa duluan kemudian nanti pihak KPI menyewa belakangan," tanya jaksa.

"Betul pak co-load itu angkut bareng-bareng," jawab Resa.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Korupsi Tata Kelola Minyak PT Pertamina Penyewaan Kapal Kapal Olimpic Luna

Terpopuler

Minggu, 12/07/2026 05:05 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Spanyol

Minggu, 12/07/2026 06:06 WIB
Gaya Hidup

12 Contoh Ucapan Hari Koperasi Indonesia 2026 yang Penuh Makna

Senin, 13/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Argentina

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777