https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Mengenal Gus Dur, Bapak Pluralisme yang Digelari Pahlawan Nasional

Agus Mughni | Selasa, 11/11/2025 23:32 WIB



Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur tersebut menambah daftar penghormatan bagi tokoh yang selama hidupnya dikenal sebagai Bapak Pluralisme Presiden RI Abdurrahman Wahid alias Gus Dur. (Foto: Dok. Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Pada peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025, Pemerintah Indonesia pimpinan Presiden Prabowo Subianto resmi menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional untuk 10 tokoh, di antaranya ada Presiden ke-4 RI KH. Abdurrahman Wahid yang akrab disapa Gus Dur.

Penganugerahan gelar Pahlawan Nasional kepada Gus Dur tersebut menambah daftar penghormatan bagi tokoh yang selama hidupnya dikenal sebagai Bapak Pluralisme, pembela kemanusiaan dan keberagaman di Indonesia.

Gus Dur lahir di Jombang, Jawa Timur, pada 7 September 1940, dari keluarga pesantren terkemuka. Ia merupakan cucu pendiri Nahdlatul Ulama, KH. Hasyim Asy’ari, dan putra KH. Wahid Hasyim, tokoh pergerakan Islam sekaligus Menteri Agama pertama Indonesia.

Baca juga :
Penganugerahan Gelar Pahlawan pada Gus Dur

Lingkungan pesantren yang religius dan nasionalis membentuk dasar pemikirannya yang terbuka dan menghargai perbedaan. Tak hanya itu, pendidikan Gus Dur melampaui batas pesantren.

Ia menempuh studi di Universitas Al-Azhar, Mesir, dan Universitas Baghdad, Irak, yang memperluas pandangannya tentang Islam sebagai agama yang rahmatan lil alamin. Dari pengalaman di berbagai negara, Gus Dur melihat bahwa nilai kemanusiaan universal sejalan dengan ajaran agama yang menjunjung keadilan dan toleransi.

Baca juga :
Mengenal Arti Kata "Pahlawan" dan Asal-usulnya

Pemahaman itu di antaranya menjadi dasar bagi gagasannya tentang pluralisme. Bagi Gus Dur, Indonesia berdiri di atas perbedaan, dan kemajemukan adalah kekuatan yang harus dirawat. Ia kerap menekankan bahwa setiap warga negara, tanpa melihat latar belakang etnis atau agama, memiliki hak yang sama di mata hukum dan kemanusiaan.

Ketika menjabat Presiden ke-4 RI, Gus Dur membawa nilai-nilai itu ke dalam kebijakan. Salah satu langkah bersejarahnya adalah menetapkan Tahun Baru Imlek sebagai hari libur nasional pada 9 April 2001, yang menandai berakhirnya diskriminasi terhadap etnis Tionghoa di Indonesia. Keputusan tersebut mencerminkan pandangannya bahwa negara harus menjadi rumah yang aman bagi semua golongan.

Baca juga :
Waka DPP PKB: Ada Mimpi Gus Dur yang Belum Tercapai

Dalam berbagai tulisan dan pidatonya, Gus Dur juga kerap menekankan pentingnya membangun masyarakat yang menghargai perbedaan. Menurut sebuah penelitian dalam jurnal Asy-Syir’ah terbitan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, konsep pluralisme Gus Dur setidaknya meliputi tiga dimensi utama: pemikiran yang terbuka, sikap saling menghormati, dan tindakan nyata memperjuangkan keadilan.

Gus Dur wafat pada 30 Desember 2009 di usia 69 tahun. Meski telah wafat, pemikiran dan teladannya terus hidup, terutama dalam memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan kemanusiaan di tengah masyarakat yang beragam.

Kini, dua dekade lebih setelah kepergiannya, nama Gus Dur tetap lekat dalam ingatan bangsa. Ia menjadi sosok yang mengajarkan bahwa perbedaan bukan alasan untuk terpecah, melainkan landasan untuk bersatu dalam semangat Indonesia yang majemuk dan plural. (*)

 
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Gus Dur Bapak Pluralisme Pahlawan Nasional

Terkini | Kamis, 18/06/2026 14:58 WIB

News

Cucun Ahmad: Lompatan Besar Penyelenggaraan Haji 2026 Harus Dipertahankan

News

Menaker Pastikan Program Magang Nasional Tetap Inklusif dan Merata

News

Trump Klaim Tanpa Kesepakatan Damai, Iran Bisa Dibombardir hingga Dua Tahun

News

Perkuat SDM, Kemnaker Percepat Transformasi BPVP jadi Mini Campus Adaftif

News

4.131 Personel Gabungan Disiagakan untuk Amankan Demo di Jakarta Hari Ini

News

DPR Sepakat Tambahan Anggaran Kemenkum Rp837 Miliar

News

Dua Kali Mangkir, Bos Maktour Travel Fuad Hasan Datangi KPK

News

69 Pelaku Kericuhan Eksekusi Lahan Eks Hotel Sultan Ditangkap Polisi

News

Mayat Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Tergantung di Taman Pramuka Tangerang

News

Iran Sebut MoU Perdamaian dengan AS Resmi Disepakati

Olahraga

Harry Kane Puji Thomas Tuchel Usai Inggris Kalahkan Kroasia 4-2

Ekonomi

Hari Ini, Harga Emas Antam Turun jadi Rp2,73 Juta per Gram

Olahraga

Imbang Lawan Kongo, Martinez Akui Portugal Kehilangan Variasi Serangan

News

Kematian Akibat Ebola di Kongo Capai 196 Orang

News

Lasarus Ingatkan Kemenhub: Keselamatan Transportasi Harus Jadi Prioritas

Humanika

8 Kuliner Khas Muharram di Indonesia, Ada Bubur Suro hingga Bubur Asyura

News

Komisi III Usul Anggaran KPK Diperkuat untuk Monitoring dan Pencegahan

Humanika

Kapan 10 Muharram 2026? Simak Jadwal hingga Keutamaan Hari Asyura

Terpopuler

Senin, 15/06/2026 01:01 WIB
Olahraga

Pelatih Turki Kecewa Timnya Kalah Lawan Australia

Selasa, 16/06/2026 05:05 WIB
Gaya Hidup

16 Juni 2026: Cek Daftar Peringatan Hari Ini

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777