https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kirim Syarat Perdamaian ke AS, Rusia Minta Dua Poin Ini

Syafira | Sabtu, 25/10/2025 10:10 WIB



Rusia kirim lagi persyaratan kesepakatan damai dengan Ukraina dalam komunike tertutup ke AS selama akhir pekan yang dikenal sebagai Anggota militer Ukraina mengendarai tank, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina yang terus berlanjut, di wilayah Donbas, Ukraina, 8 April 2023. REUTERS

WASHINGTON - Rusia tegaskan kembali persyaratan sebelumnya untuk mencapai kesepakatan damai dengan Ukraina dalam komunike tertutup yang dikirim ke AS selama akhir pekan yang dikenal sebagai "non-paper", menurut dua pejabat AS dan seorang sumber yang mengetahui situasi tersebut.

Komunike tersebut menegaskan kembali tuntutan Rusia untuk mengambil alih kendali atas seluruh wilayah Donbas di Ukraina, ujar salah satu pejabat AS. Sikap ini secara efektif menolak pandangan Trump yang menyatakan bahwa garis depan harus dibekukan di lokasi yang berlaku.

Rusia juga menegaskan kembali pendiriannya sebelumnya bahwa tidak ada pasukan NATO yang akan dikerahkan ke Ukraina sebagai bagian dari perjanjian damai apa pun, kata salah satu pejabat.

Baca juga :
Ukraina Terima 528 Jenazah Tentara yang Gugur dari Rusia

Berita tentang dokumen non-dokumen—istilah diplomatik untuk dokumen informal yang dimaksudkan untuk mengomunikasikan posisi satu pihak kepada pihak lain—muncul di saat rencana pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Budapest semakin diragukan.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan kepada Reuters pada hari Selasa bahwa tidak ada rencana untuk pertemuan itu "dalam waktu dekat." Kedutaan Besar Rusia di Washington tidak menanggapi permintaan komentar.

Baca juga :
Rusia Sebut AS Siap Negosiasikan Penyelesaian Konflik Ukraina

Komunike tersebut juga menggarisbawahi sejauh mana Rusia telah berpegang teguh pada tuntutan maksimalis terhadap Ukraina.

Ketika dimintai komentar mengenai berita non-koran tersebut, Gedung Putih merujuk pada komentar Trump kepada wartawan pada Selasa sore, di mana ia mengatakan belum membuat keputusan tentang pertemuan puncak tersebut, tetapi ia tidak ingin mengadakan "pertemuan yang sia-sia." Ia menambahkan bahwa ia berpikir gencatan senjata di sepanjang garis pertempuran saat ini masih mungkin dilakukan.

Baca juga :
Rusia Umumkan Gencatan Senjata Lokal di PLTN Zaporizhzhia

Trump menelepon Putin pada hari Kamis, setelah itu ia mengatakan pertemuan Budapest akan berlangsung, kemungkinan dalam dua minggu ke depan.

Dalam pertemuan tertutup dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy pada hari Jumat, Reuters dan media lainnya melaporkan bahwa para pejabat AS mengajukan kepada pemimpin Ukraina tersebut rencana yang diusulkan Kremlin untuk menyerahkan wilayah Donbas dengan imbalan sebagian kecil wilayah Zaporizhzhia dan Kherson. Zelenskiy menolak, dan Trump kemudian mengatakan secara terbuka bahwa garis depan yang berlaku harus dibekukan.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Rusia Ukraina Formula Perdamaian Usulan Putin

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777