https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Lima Cara Guru Cegah Perundungan di Sekolah

Vaza Diva | Rabu, 22/10/2025 22:01 WIB



Berikut ini tips bagi guru untuk mencegah perundungan di sekolah Ilustrasi - berikut ini tips bagi guru untuk mencegah perundungan di sekolah (Foto: Pexels/Rdene Stock Project)

Jakarta, Jurnas.com - Kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah masih menjadi persoalan serius yang mengganggu rasa aman serta kenyamanan peserta didik.

Tidak sedikit siswa yang menjadi korban mengalami dampak jangka panjang, baik secara psikologis maupun akademis — mulai dari kehilangan kepercayaan diri hingga penurunan prestasi belajar.

Dalam situasi seperti ini, peran guru menjadi sangat penting. Guru bukan sekadar pengajar, tetapi juga pengawas, pembimbing, dan panutan moral bagi para siswa di sekolah.

Baca juga :
Kemendikdasmen Tekankan Sekolah Mesti Jadi Ruang Aman dan Nyaman

Tugas pendidik tidak berhenti di ruang kelas. Mereka juga berperan dalam menciptakan suasana belajar yang sehat, penuh empati, dan bebas dari segala bentuk kekerasan.

Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan yang efektif, sekolah dapat bertransformasi menjadi lingkungan yang aman, inklusif, dan mendukung tumbuh kembang setiap anak secara optimal.

Baca juga :
SPPG Diangkat Jadi ASN, DPR Nilai Tidak Adil bagi Nakes dan Guru

Mengutip dari berbagai sumber, berikut ini tips bagi guru untuk mencegah perundungan di sekolah:

1. Membangun Hubungan Positif dengan Siswa

Baca juga :
DPR Kawal Penanganan Kasus Kekerasan Anak di Bekasi dan Surabaya

Guru perlu menumbuhkan komunikasi terbuka dengan murid. Sikap empati dan pendekatan personal akan membuat siswa merasa aman untuk berbagi jika mereka mengalami tekanan atau perundungan.

Hubungan yang hangat juga memudahkan guru mendeteksi perubahan perilaku yang bisa menjadi tanda adanya masalah.

2. Menanamkan Pendidikan Karakter dan Empati

Integrasikan nilai empati, toleransi, dan tanggung jawab sosial dalam pembelajaran. Misalnya melalui diskusi kelas, permainan peran (role play), atau proyek sosial yang menumbuhkan rasa peduli terhadap teman.

Pendidikan karakter bukan sekadar teori, tetapi harus dihidupkan lewat contoh nyata guru di keseharian.

3. Mengawasi Interaksi di Lingkungan Sekolah

Area seperti kantin, lapangan, dan media sosial sekolah sering kali menjadi tempat munculnya perundungan. Guru dan staf sekolah perlu meningkatkan pengawasan dan membuat aturan tegas terhadap perilaku agresif.

Penerapan sistem early warning atau pelaporan anonim juga bisa membantu mendeteksi potensi kasus sejak dini.

4. Melibatkan Orang Tua dan Komite Sekolah

Pencegahan bullying tidak bisa dilakukan hanya di dalam ruang kelas. Sekolah perlu menjalin komunikasi intens dengan orang tua dan komite sekolah.

Melalui pertemuan rutin atau seminar, guru dapat menyamakan persepsi tentang pentingnya pengawasan dan penanaman nilai anti-kekerasan di rumah.

5. Menjadi Teladan dalam Perilaku

Guru adalah model moral bagi siswa. Cara berbicara, menyelesaikan konflik, hingga memperlakukan siswa menjadi contoh langsung yang ditiru anak-anak. Guru yang konsisten menunjukkan sikap adil, sabar, dan menghargai perbedaan secara tidak langsung mengajarkan bagaimana menghormati orang lain.

6. Memberikan Sanksi Edukatif, Bukan Hanya Hukuman

Jika kasus perundungan terjadi, sanksi yang diberikan harus bersifat mendidik. Fokusnya bukan sekadar menghukum pelaku, melainkan membantu mereka memahami dampak dari tindakannya. Misalnya, dengan kegiatan refleksi, bimbingan konselor, atau kerja sosial di sekolah.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Guru Sekolah Kasus perundungan Lingkungan sekolah

Terkini | Minggu, 25/10/2026 19:01 WIB

News

Wamensos Dorong Muhammadiyah Perluas Akses Pendidikan Anak Keluarga Miskin

News

Militer Yaman Lumpuhkan 307 Petempur Houthi dalam 24 Jam

News

Cak Imin Dorong Penerima Bansos Mandiri, Target Kemiskinan 5 Persen di 2029

News

Target Khamis Mushait, Koalisi Arab Saudi Cegat Rudal Jelajah Houthi

News

Ajak Rakyat Rasional, Fahri: Kebijakan Prabowo untuk Menutup Kebocoran

News

Bentrokan Pecah di Roma, Massa Lempar Benda Peledak ke Polisi

Gaya Hidup

Bulan Purnama Hunter`s Moon Muncul 25–26 Oktober, Ini Cara Mengamatinya

News

Widya Pratiwi Kawal Penerbitan 27 Sertipikat Tanah Transmigran di Maluku

News

Cak Imin Dorong Pesantren Jadi Penjaga Hutan dan Pencegah Karhutla

News

Kabut Asap 2026: Krisis Tidak Dapat Dibebankan kepada Indonesia Semata

News

Waspada Modus BSU 2026, Kemnaker Minta Pekerja Lindungi Data Pribadi

News

Bandara Riyadh Ubah Terminal Mulai 25 Oktober, Penumpang Diminta Cek Jadwal

News

Demo Anak Muda di Barcelona Berujung Ricuh, Toko Dijarah-Kontainer Dibakar

Humanika

Waktu Terbaik Membaca Ayat Kursi dalam Hadis Nabi Muhammad

News

Demo Yellow Vests, Prancis Dilaporkan Minta Operator Siaga Batasi Medsos

Humanika

Nabi Diutus untuk Menyempurnakan Akhlak, Ini Maknanya

Humanika

Pentingnya Mendengarkan Nasihat dari Orang Bijak

Kesehatan

Kampanye Kesadaran Kesehatan Paru-Paru Setiap 25 Oktober, Ini Tujuannya

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777