https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Bukan Drama, Ini Fakta di Balik Rentan Kesehatan Mental Remaja

Mutiul Alim | Sabtu, 18/10/2025 20:30 WIB



Di balik tawa dan unggahan ceria di media sosial, banyak remaja sebenarnya sedang berjuang dengan hal yang tak terlihat, kesehatan mental. Ilustrasi kesehatan mental (Foto: Marcel Strauss/Unsplash)

Jakarta, Jurnas.com - Di balik tawa dan unggahan ceria di media sosial, banyak remaja sebenarnya sedang berjuang dengan hal yang tak terlihat, kesehatan mental.

Tugas sekolah, tekanan pertemanan, ekspektasi keluarga, hingga arus perbandingan di dunia digital sering kali membuat mereka kewalahan. Di usia yang seharusnya penuh semangat, tak sedikit yang justru merasa cemas, lelah, bahkan kehilangan arah.

Belakangan ini, pembahasan tentang kesehatan mental semakin ramai di kalangan Gen Z. Mereka mulai lebih terbuka membicarakan perasaan, mengakui bahwa stres dan overthinking bukan tanda kelemahan. Kesadaran ini menjadi langkah penting menuju generasi yang lebih peka terhadap kesejahteraan diri.

Baca juga :
Tragedi Bundir Alarm Bangsa, Menko PM: Kesehatan Mental Agenda Strategis

Namun, stigma masih sering muncul. Banyak remaja memilih diam karena takut dicap “drama” atau “enggak kuat”.

Padahal, mengenali dan mengekspresikan emosi adalah bagian dari proses bertumbuh. Tidak ada yang salah dengan merasa sedih atau lelah, semua orang berhak untuk tidak baik-baik saja sesekali.

Baca juga :
DPR Kawal Isu Reformasi Bea Cukai Hingga Kesehatan Mental Anak

Perubahan kecil mulai terlihat. Sekolah, komunitas, hingga media sosial kini makin sering menyuarakan pentingnya self-care dan dukungan emosional.

Banyak remaja saling menguatkan lewat konten positif, journaling, atau kegiatan sederhana seperti mendengarkan musik dan olahraga ringan. Semua itu adalah bentuk perawatan diri yang sederhana tapi berarti.

Baca juga :
Jelang Ramadan, Legislator: Waspada Terhadap Ancaman Tawuran dan Narkoba

Menjaga kesehatan mental tidak berarti harus selalu bahagia. Kadang, cukup dengan berhenti sejenak, mengambil napas dalam, dan memberi ruang bagi diri sendiri untuk merasa, sudah merupakan langkah besar.

Karena pada akhirnya, kesehatan mental bukan soal menutupi luka, tapi tentang berani mengenali dan menyembuhkannya perlahan. (Zakiyah/Mag)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kesehatan Mental Generasi Muda Remaja Rentan Drama Gen Z

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777