https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Prostitusi Disebut Profesi Tertua di Dunia, Ini Sejarahnya

Vaza Diva | Minggu, 05/10/2025 15:01 WIB



Secara historis, prostitusi disebut sebagai “profesi tertua di dunia.” Catatan sejarah menunjukkan bahwa praktik ini telah ada sejak ribuan tahun lalu Ilustrasi - tempat prostitusi (Foto: Unsplash/Maxence Pira)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 5 Oktober, dunia memperingati Hari Tanpa Prostitusi Internasional (International Day Without Prostitution), sebuah momentum global yang menyerukan penghentian praktik eksploitasi seksual serta perlindungan martabat manusia, khususnya perempuan dan anak-anak.

Di balik peringatan ini, tersimpan sejarah panjang tentang fenomena prostitusi yang telah ada sejak peradaban manusia awal, dan hingga kini masih menjadi persoalan sosial yang kompleks di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Secara historis, prostitusi disebut sebagai “profesi tertua di dunia.” Catatan sejarah menunjukkan bahwa praktik ini telah ada sejak ribuan tahun lalu.

Baca juga :
Legislator PKB Minta Komdigi Tegas Soal Maraknya Prostitusi Online

Dalam peradaban Mesopotamia Kuno, misalnya, prostitusi bahkan dilegalkan dan dijalankan di kuil-kuil sebagai bagian dari ritual keagamaan yang disebut prostitusi sakral. Para perempuan saat itu dianggap sebagai pelayan dewi kesuburan, dan hubungan seksual dilakukan sebagai simbol penghormatan terhadap para dewa.

Di masa Yunani dan Romawi Kuno, prostitusi juga dikenal luas dan diatur oleh negara. Banyak rumah bordil resmi yang beroperasi, bahkan dikenakan pajak oleh pemerintah.

Baca juga :
Legislator PKB Desak Pemerintah Blokir Platform Prostitusi

Namun, seiring perkembangan agama dan nilai moral, terutama setelah munculnya ajaran Kristen dan Islam, prostitusi mulai dipandang sebagai perilaku yang menyimpang dan bertentangan dengan ajaran moralitas.

Pada abad ke-19 hingga ke-20, muncul berbagai gerakan sosial di Eropa dan Amerika untuk menentang prostitusi. Aktivis perempuan mulai menyuarakan bahwa prostitusi bukan sekadar “pekerjaan,” melainkan bentuk eksploitasi dan kekerasan berbasis gender yang sering melibatkan pemaksaan ekonomi maupun psikologis.

Baca juga :
Legislator PKB Minta Komdigi Tegas Soal Maraknya Prostitusi Online

Pandangan inilah yang kemudian menjadi dasar terbentuknya peringatan Hari Tanpa Prostitusi Internasional, yang diperingati setiap 5 Oktober sejak awal 2000-an.

Dikutip dari Global Network of Sex Work Projects (NSWP) dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC), praktik prostitusi modern kini banyak berkaitan dengan perdagangan manusia (human trafficking).

Ribuan perempuan dan anak di seluruh dunia menjadi korban eksploitasi seksual setiap tahun, baik secara langsung di tempat-tempat hiburan malam maupun melalui platform digital.

Data PBB (United Nations) menunjukkan bahwa sekitar 70% korban perdagangan manusia di dunia dieksploitasi secara seksual, dan sebagian besar di antaranya adalah perempuan muda.

Peringatan Hari Tanpa Prostitusi Internasional setiap 5 Oktober bukan sekadar simbol moral, tetapi ajakan untuk membuka mata terhadap realitas sosial yang kerap tersembunyi.

Banyak perempuan yang terjebak dalam dunia prostitusi bukan karena pilihan, melainkan karena kemiskinan, kekerasan, atau manipulasi pihak lain.

Lebih dari sekadar larangan moral, peringatan ini mengingatkan kita bahwa setiap manusia berhak atas hidup yang bermartabat dan bebas dari eksploitasi.

Di balik kisah kelam prostitusi, ada banyak cerita perjuangan perempuan yang berusaha bangkit dan mendapatkan kembali kendali atas hidupnya, sebuah kisah kemanusiaan yang patut kita dengarkan dan dukung.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Hari Tanpa Prostitusi Internasional Profesi tertua Prostitusi

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777