https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Anggota DPR: Kopdes Merah Putih Instrumen Pemberantasan Kemiskinan

Samrut Lellolsima | Senin, 08/09/2025 10:40 WIB



Kalau koperasi melemah, yang diuntungkan hanyalah oligarki dan kapitalisme. Sebaliknya, bila koperasi kuat, rakyatlah yang akan menikmati hasilnya. Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina. (Foto: Ist)

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi VI DPR RI, Nevi Zuairina menyebutkan bahwa keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang merupakan astacita Presiden Prabowo Subianto sangat penting untuk mendorong kemandirian ekonomi.

“Dengan basis di desa dan kelurahan, koperasi ini diharapkan menjadi penggerak pemerataan ekonomi sekaligus instrumen pemberantasan kemiskinan,” kata Nevi dalam keterangannya, Senin (8/9).

Baca juga :
Dukungan Anggaran Dibutuhkan untuk Wujudkan Transparansi Penegakan Hukum

Dia menjelaskan, dukungan pemerintah terhadap program tersebut melalui PMK Nomor 63 tahun 2025 yang mengalokasikan pembiayaan sebesar Rp16 triliun dari SAL 2025 untuk mendukung KDMP dan KKMP, merupakan momentum besar untuk menguatkan koperasi sebagai sokoguru perekonomian bangsa.

“Kalau koperasi melemah, yang diuntungkan hanyalah oligarki dan kapitalisme. Sebaliknya, bila koperasi kuat, rakyatlah yang akan menikmati hasilnya,” terangnya.

Baca juga :
Legislator Dorong Mitigasi Nasional Cegah Masuknya Hantavirus ke Indonesia

Selain itu, dilanjutkan Nevi, hadirnya Koperasi Merah Putih diharapkan dapat membawa dampak luas. Mulai dari menciptakan lapangan kerja baru, menekan peran tengkulak, mengendalikan inflasi, hingga memperpendek rantai pasok kebutuhan pokok.

“Momentum ini harus kita jaga bersama. Koperasi Merah Putih bukan hanya untuk kepentingan desa, tapi untuk kemajuan bangsa secara keseluruhan,” katanya.

Baca juga :
Komisi XII DPR Dukung Hilirisasi dan Penguatan Kemandirian Enery Nasional

Kendati begitu, Nevi juga menekankan pentingnya keberadaan tenaga akuntansi yang mumpuni agar pencatatan keuangan koperasi dilakukan secara transparan dan sesuai standar. Karena penguatan sumber daya manusia menjadi kunci keberhasilan.

“Tanpa akuntan yang kuat, risiko korupsi dan manipulasi di tingkat desa atau kelurahan bisa saja terjadi. Ini harus kita cegah sejak awal,” tandasnya.

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Komisi VI Nevi Zuairina Koperasi Desa Merah Putih kemiskinan

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777