https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Senat AS Lanjutkan Pembahasan RUU Penambahan Sanksi Rusia

Mutiul Alim | Rabu, 29/07/2026 14:23 WIB



Senat Amerika Serikat (AS) melanjutkan pembahasan rancangan undang-undang (RUU) sanksi berskala besar yang menyasar pendapatan energi Rusia. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky di Washington, Amerika Serikat (Foto: AFP)

Washington, Jurnas.com - Senat Amerika Serikat (AS) melanjutkan pembahasan rancangan undang-undang (RUU) sanksi berskala besar yang menyasar pendapatan energi Rusia. Langkah ini bertepatan dengan kunjungan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky ke Washington guna mendesak tindakan yang lebih keras terhadap Moskow.

Para senator memberikan suara 86 berbanding 12 untuk memulai pembahasan RUU bipartisan ini. Hasil tersebut berhasil melewati rintangan prosedural pertamanya, meskipun perdebatan lebih lanjut dan pemungutan suara akhir masih harus dilakukan ke depannya.

Dikutip dari AFP pada Rabu (29/7), RUU tersebut akan menjatuhkan sanksi kepada para pejabat Rusia, oligarki, lembaga keuangan, serta apa yang disebut sebagai armada bayangan yang digunakan untuk menghindari pembatasan ekspor minyak Moskow.

Baca juga :
Zelensky Bertolak ke Gedung Putih Amankan Dukungan Trump

Aturan ini juga akan memberi Presiden Donald Trump wewenang untuk mengenakan tarif hingga 100 persen pada barang-barang dari pembeli utama minyak dan gas Rusia, termasuk negara-negara seperti China dan India.

Para pendukung RUU ini menyatakan bahwa memutus aliran pendapatan energi sangatlah penting untuk melemahkan kemampuan Presiden Rusia Vladimir Putin dalam membiayai perang di Ukraina, yang kini memasuki tahun kelima.

Baca juga :
Trump dan Zelensky Bertemu Pekan Depan, Bahas Gencatan Senjata

Pemungutan suara ini terjadi beberapa jam setelah Zelensky bertemu Trump di Gedung Putih dan menghadiri pemakaman Senator Republik Lindsey Graham di Washington, salah satu sekutu Kyiv paling vokal di Kongres.

Zelensky kemudian berpidato di hadapan para senator menjelang pemungutan suara, mencari dukungan untuk Ukraina dan dorongan sanksi seiring dengan pertempuran yang semakin intensif dan diplomasi pimpinan AS yang masih mandek.

Baca juga :
Demo Massal di Ukraina, Zelensky Pecat Panglima Militer

RUU ini dinamai dari nama Graham, yang telah menghabiskan lebih dari setahun membangun dukungan untuk aturan tersebut dan mencapai kesepakatan dengan Gedung Putih mengenai versi revisinya sesaat sebelum kematian mendadaknya pada awal bulan ini.

"Tidak ada cara yang lebih besar untuk menghormati warisan Senator Graham selain dengan bergerak maju bersama kesepakatan bipartisan ini," kata enam senator Republik dan Demokrat dalam sebuah pernyataan bersama.

Versi revisi dari RUU ini juga memperluas wewenang sanksi yang sudah ada guna membatasi pendanaan bagi sektor energi dan senjata Iran, sebuah poin yang ditambahkan atas permintaan Trump.

Meskipun terdapat dukungan luas untuk menghukum Rusia, sejumlah anggota Demokrat menyuarakan kekhawatiran bahwa ketentuan tarif tersebut akan memberi Trump kekuasaan yang berlebihan. Hal itu dikhawatirkan dapat menaikkan biaya impor bagi konsumen Amerika Serikat atau justru merugikan sekutu-sekutu mereka di Eropa.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Senat AS Sanksi Rusia Volodymyr Zelensky

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777