https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Korban Tewas Gempa Jepang Bertambah, Petugas Fokus Evakuasi Mal Runtuh

Mutiul Alim | Rabu, 29/07/2026 13:39 WIB



Jumlah korban tewas dalam gempa bumi bermagnitudo 7,1 di Jepang bagian selatan terus bertambah menjadi 13 orang, seiring dengan proses evakuasi di sebuah mal Petugas mengevakuasi wilayah yang dilanda gempa di Kota Kumamoto, Jepang (Foto: AP)

Kumamoto, Jurnas.com - Jumlah korban tewas dalam gempa bumi bermagnitudo 7,1 di Jepang bagian selatan terus bertambah menjadi 13 orang, seiring dengan proses evakuasi di sebuah mal yang runtuh akibat bencana tersebut.

Delapan orang ditarik hidup-hidup dari puing-puing pusat perbelanjaan di dekat kota Kumamoto setelah gempa pada Selasa (28/7) kemarin, yang menewaskan dua wanita berusia 20-an. Sekitar 20 hingga 30 pekerja mal juga belum ditemukan.

"Bahkan saat ini, ada orang-orang yang menunggu untuk diselamatkan, dan ini adalah perlombaan melawan waktu. Kami akan mengerahkan semua sumber daya yang tersedia di lapangan untuk menyelamatkan dan menolong sebanyak mungkin orang," kata Perdana Menteri Sanae Takaichi di Tokyo, sebagaimana dikutip dari Reuters pada Rabu (29/7).

Baca juga :
BMKG Konfirmasi Gempa 6,8 M Guncang Kumamoto Tak Berpotensi Tsunami di RI

Pihak berwenang sedang menyelidiki kemungkinan ledakan gas di mal Aeon. Tim penyelamat melaporkan mencium bau gas di dalam gedung tetapi penyebab insiden tersebut masih diselidiki, menurut keterangan juru bicara utama pemerintah Jepang Minoru Kihara.

Tim penyelamat kebakaran darurat, polisi, dan sekitar 170 personel militer berfokus pada area-area di gedung di mana panggilan minta tolong telah diterima. Lebih dari 4.500 tentara telah dikerahkan untuk membantu upaya pemulihan di seluruh zona gempa.

Baca juga :
Jepang Diguncang Gempa Magnitudo 7,1 Picu Peringatan Tsunami

Tujuh orang juga hilang setelah sebuah cerobong asap runtuh di pabrik Nippon Paper Industries, sementara empat lainnya luka parah. Walhasil, banyak rumah sakit kebanjiran pasien.

Di seluruh prefektur, yang juga mengalami gempa mematikan satu dekade lalu, sekitar 260.000 orang diinstruksikan untuk pergi ke pusat evakuasi. Polisi menerima 386 panggilan darurat setelah gempa melanda, termasuk laporan bangunan runtuh dan orang-orang yang mencari pertolongan.

Baca juga :
Chile Tetapkan Status Darurat akibat Curah Hujan Mematikan

Diketahui, pusat gempa berada sekitar 20 kilometer selatan Kota Kumamoto, kota terbesar di pusat Kyushu dengan populasi sekitar 700.000 jiwa.

Pihak berwenang telah memperingatkan penduduk di daerah yang merasakan getaran terbesar untuk waspada terhadap gempa kuat lanjutan selama sekitar satu minggu, serta risiko tanah longsor.

Dengan lebih dari 36.000 rumah masih tanpa listrik saat suhu melonjak hingga sekitar 34° Celcius pada hari ini, pemerintah juga memperingatkan tentang risiko serangan panas.

Terletak di `Cincin Api` gunung berapi dan palung samudra yang sebagian mengelilingi Basin Pasifik, Jepang menyumbang sekitar 20 persen dari gempa bumi dunia berkekuatan 6,0 atau lebih.

Gempa bumi dahsyat di Kumamoto 10 tahun lalu menewaskan 275 orang dan melukai 2.739 lainnya, menurut hitungan resmi, dan merusak ribuan bangunan termasuk dinding kastil kota, situs wisata utama.

Kastil itu juga termasuk di antara beberapa bangunan bersejarah yang rusak akibat gempa terbaru, termasuk pula kuil-kuil dengan atap genteng berat yang sebagian runtuh, dan rumah teh abad ke-17.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Gempa Jepang Kota Kumamoto Bencana Alam

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777