https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Terima Lawatan Obor Paskah Nasional XIX, Ketua MPR Mengimbau Umat Kristiani Jaga Persatuan

Eko Budhiarto | Sabtu, 10/06/2023 17:56 WIB



Terima Lawatan Obor Paskah Nasional XIX, Ketua MPR Mengimbau Umat Kristiani Jaga Persatuan Ketua MPR, Bambang Soesatyo. (Foto: Humas MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) menerima Lawatan Obor Paskah Nasional XIX dari Ketua Lembaga Paskah Nasional Pendeta Dr. A. Sepphard Supit. Sebagai bagian perayaan Paskah Nasional dalam memperkuat pluralitas dan kemajemukan bangsa. Sekaligus menguatkan MPR RI sebagai Rumah Kebangsaan bagi berbagai pemeluk agama.

Pada tahun sebelumnya, Obor Paskah Nasional telah melalui berbagai daerah dan diterima pimpinan daerah setempat. Antara lain, pada tahun 2018 Obor Paskah Nasional singgah di Toraja, diterima Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan; dan di Tapanuli Selatan diterima Bupati Syahrul M Pasaribu. Tahun 2019 di Poso diterima Bupati Verna G.M. Inkiriwang dan di DKI Jakarta diterima Gubernur Anies Baswedan. Tahun 2022 di Bali diterima Bupati Badung Nyoman Giri Prasta, di Jawa Tengah diterima Gubernur Ganjar Pranowo, di Yogyakarta diterima Kanjeng Ratu Hemas, di Jakarta diterima Gubernur Anies Baswedan dan Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa.

"Penduduk dunia saat ini sudah mencapai 8 miliar jiwa dengan 4.300 agama. Diantara ribuan agama tersebut, 6 agama yang ada di Indonesia merupakan agama-agama yang terpopuler dan menjadi kepercayaan miliaran manusia di muka bumi," ujar Bamsoet dalam Lawatan Obor Paskah Nasional XIX dan Silaturahmi Kebangsaan di Gedung Parlemen, Jakarta, Sabtu (10/6/23).

Baca juga :
Ini Sejarah Hari Keragaman Budaya Sedunia yang Diperingati Setiap 21 Mei

Menurut Bamsoet, dari ribuan agama di dunia tersebut, agama terbesar pertama di dunia adalah agama Kristen. Penganutnya mencapai 2,38 miliar atau sekitar 32% dari 8 miliar populasi manusia. Kristen sendiri mempunyai beberapa aliran, diantaranya Protestan, Katolik, dan Ortodoks. Ajaran Yesus Kristus ini sudah lahir sejak tahun 27 M.

Vatikan merupakan kota dengan 100% penduduknya beragama Katolik Roma. Disusul oleh Kepulauan Pitcairn dengan aliran Advent.

Baca juga :
KPK Segera Limpahkan Tersangka Korupsi Kuota Haji ke Pengadilan

Sementara negara dengan umat Kristen berkisar 93 persen, yaitu Samoa, Romania, Timor Leste, Armenia, Venezuela, Yunani, San Marino, Paraguay, El Salvador, Barbados, Papua Nugini, hingga Meksiko.

Islam menduduki posisi kedua sebagai agama terbesar di dunia dengan 2,1 miliar pengikut. Islam juga merupakan agama terbesar di Indonesia, yaitu mencapai 86,7 persen dari total populasi.

Baca juga :
Menag: Tak Cukup Regulasi, Cegah Kekerasan Seksual Perlu Perubahan Budaya

Sementara negara dengan penduduk Muslim 100 persen ada di Mauritania, Maladewa, dan Arab Saudi. Sedangkan negara dengan penduduk 99 persen Muslim, yaitu Palestina, Maroko, Yaman, Afghanistan, Iran, hingga Irak.

Secara total, ada sekitar 50 negara dengan mayoritas Muslim di seluruh dunia. Muslim ini terdiri atas aliran Sunni maupun Syiah.

"Konflik atas nama agama di dunia sudah tidak terkira jumlahnya. Di Indonesia, jumlah penduduk mencapai lebih 270 juta jiwa, dengan 6 agama, dan berbagai aliran kepercayaan. Jumlah pemeluk agama islam mencapai 231 juta jiwa, kristen mencapai 29,01 juta jiwa. Kita patut bersyukur mempunyai Pancasila yang menyatukan dalam satu ikatan kebangsaan. Diterima semua paham, golongan, dan kelompok masyarakat. Maka masa depan kebersamaan kita sebagai sebuah bangsa, akan sangat ditentukan oleh kesungguhan mengimplementasikan dan mengaktualisasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," ujar Bamsoet.

Bamsoet menjelaskan, sebagaimana perayaan hari-hari besar agama lainnya, perayaan Paskah memiliki makna simbolis terhadap berbagai nilai fundamental yang dapat didayagunakan dalam menyejukan suasana kebangsaan dalam menghadapi Pemilu dan Pilkada 2024.

Paskah dapat dimaknai sebagai semangat pembaruan yang bisa didayagunakan untuk membangun budaya politik baru, berorientasi sepenuhnya pada kepentingan dan kesejahteraan rakyat, dan bukan menghamba pada kepentingan politik sesaat.

"Mari dukung calon pemimpin nasional dengan sewajarnya. Tidak perlu fanatik dan berlebihan, apalagi sampai mengorbankan ikatan kekeluargaan, menyebabkan perceraian, membelah ikatan soliditas kebangsaan, hingga berujung pada rusaknya persaudaraan antar sesama anak bangsa," jelas Bamsoet.

Bamsoet menerangkan, Paskah juga dapat dimaknai sebagai simbolisasi tentang lahirnya sebuah harapan. Karenanya, penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 harus mampu mewujudkan harapan lahirnya Indonesia yang lebih baik dalam segala aspek dan dimensi.

"Selain itu, Paskah merupakan cerminan peristiwa kebangkitan. Maka marilah kita maknai penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada Serentak sebagai momentum untuk menghimpun segala sumberdaya untuk bangkit bersama, tanpa memandang perbedaan latar belakang dan warna politik. Selepas dampak pandemi yang telah menggerus perekonomian nasional, maka kini saatnya untuk pulih lebih cepat dan bangkit lebih kuat," pungkas Bamsoet.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Bambang Soesatyo Obor Paskah Nasional Kerukunan Agama Pemilu

Terpopuler

Senin, 22/06/2026 03:03 WIB
Gaya Hidup

30 Contoh Ucapan HUT Jakarta, Cocok untuk Postingan Medsos

Selasa, 23/06/2026 12:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Uzbekistan

Senin, 22/06/2026 12:42 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Argentina vs Austria

Selasa, 23/06/2026 14:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Ghana

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777