https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Begini Strategi Kemendag Hadapi Pelemahan Ekonomi Global 2023

Redaksi | Rabu, 01/03/2023 21:57 WIB



Begini Strategi Kemendag Hadapi Pelemahan Ekonomi Global 2023 Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan saat pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, di Bandarlampung, Rabu. (Foto dokumentasi Humas Kemendag)

Jakarta, Jurnas.com - Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah menyiapkan sejumlah strategi sebagai upaya menghadapi prediksi perlambatan ekonomi global 2023.

Strategi-strategi tersebut antara lain berhubungan dengan penyederhanaan regulasi ekspor serta upaya-upaya mencari pasar ekspor baru, sekaligus menyelesaikan perjanjian perdagangan dengan negara-negara mitra.

Hal ini, disampaikan Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan saat pembukaan Rapat Kerja Kementerian Perdagangan, di Bandarlampung, dikutif dari keterangan resmi Kemendag, di Jakarta, Rabu(1/3/2023).

Baca juga :
GAPKI Keluhkan Sulitnya Akses Dana Peremajaan Sawit Rakyat

"Kita harus memperluas pasar, tidak hanya pasar tradisional di Barat (Amerika dan Eropa) tapi antar-ASEAN yang sudah nampak hasilnya. Dengan Filipina dan Malaysia kita naik tajam, juga dengan Asia selatan Bangladesh, Pakistan, India, juga kita ke Afrika," kata Zulhas

Lebih lanjut, Zulkifli optimistis Indonesia dapat bertahan di tengah prediksi perlambatan ekonomi global tahun 2023 dengan berkolaborasi bersama berbagai pihak. Dengan kolaborasi kinerja ekonomi dan potensi Indonesia pada 2022 dapat tumbuh positif.

Baca juga :
Pemerintah Sudan Selatan Dituding Halangi Bantuan Kemanusiaan

Dia berharap, Indonesia dapat menghadapi dinamika ekonomi global tahun 2023 dengan lebih baik. Dalam dua tahun terakhir perekonomian Indonesia melemah dan banyak fasilitas publik ditutup. Hal ini juga terjadi pada negara lain yang mengalami defisit.

Namun, pada 2022 Indonesia dapat membuktikan kebangkitan ekonomi dengan tumbuh 5,3 persen, lebih baik dibandingkan dengan Amerika Serikat, Korea Selatan, Tiongkok, dan Uni Eropa. Inflasi Indonesia pada 2022 juga tercatat di 5,51 persen atau termasuk rendah.

Baca juga :
Menkeu Israel Koar-Koar Bakal Ditangkap Mahkamah Internasional

Sektor perdagangan mampu berkontribusi positif bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2022. Kontribusi ekspor barang dan jasa terhadap produk domestik bruto masih terus bertambah sejak 2020, bahkan mencapai 24,49 persen pada 2022.

"Nilai ekspor Indonesia pada 2022 mencapai 291,98 miliar dolar AS, sementara impornya 237,45 miliar dolar AS. Nilai ini menjadikan surplus Indonesia pada 2022 tercatat sebesar 54,53 miliar dolar AS atau setara dengan Rp900 triliun. Surplus ini merupakan nilai surplus tertinggi sepanjang sejarah Indonesia," kata Zulkifli Hasan.

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kemendag Zulkifli Hasan pelambatan ekonomi global 2023

Terpopuler

Humanika

Minggu, 05/07/2026 23:59 WIB

Apakah Sholat Safar Harus di Masjid?

Minggu, 05/07/2026 23:30 WIB

Lima Doa Setelah Melaksanakan Sholat Safar

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777