https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Kata Sri Mulyani Automatic Adjustment Tak Ganggu Anggaran Prioritas

Redaksi | Selasa, 28/02/2023 19:06 WIB



Kata Sri Mulyani Automatic Adjustment Tak Ganggu Anggaran Prioritas Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. (Foto dokumentasi Humas Kemenkeu)

Jakarta, Jurnas.com - Kebijakan automatic adjustment anggaran kementerian dan lembaga (K/L) pada tahun 2023. Kebijakan ini merupakan mekanisme pencadangan yang diblokir sementara pada pagu belanja kementerian dan lembaga tahun anggaran 2023.

Hal tersebut dilakukan guna menghadapi ketidakpastian ekonomi global dan gejolak geopolitik. Namun dirinya menegaskan, anggaran yang diblokir sementara tersebut bukan merupakan prioritas anggaran sehingga dipastikan tidak akan mengganggu pemulihan ekonomi.

Demikian ditegaskan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati, dalam acara Economic Outlook 2023, Selasa (28/2). "Coba dilihat lagi Bapak/Ibu sekalian, semua prioritas yang paling penting tetap jalan, coba cadangkan 5% yang dianggap tidak prioritas," ujar Sri Mulyani.

Baca juga :
Wamenhaj Bertolak ke Saudi, Pastikan Kesiapan Jemaah Jelang Puncak Haji

Untuk itu, Sri Mulyani meminta K/L untuk menyusun anggaran-anggaran yang menjadi prioritas dan tidak menjadi prioritas sehingga K/L bisa diarahkan untuk memprioritaskan belanja yang benar-benar penting terlebih dahulu.

"Setiap kementerian/lembaga tahu persis belanja mereka, bukan kami yang menentukan. Kita memberikan amplop yang besar itu dan kemudian beliau yang harus mengelolanya," tambahnya.

Baca juga :
Menag: Tak Cukup Regulasi, Cegah Kekerasan Seksual Perlu Perubahan Budaya

Selain itu, Sri Mulyani mengatakan bahwa pencadangan anggaran 5% tersebut juga tidak akan mengganggu perekonomian mengingat biasanya belanja kementerian/lembaga sampai akhir tahun tidak mencapai 100%. Untuk itu, anggaran yang bukan menjadi prioritas akan diblokir sementara dulu.

"Biasanya belanjanya juga gak sampai 100%. Yang paling hebat itu biasanya 98% (belanjanya), rata-rata mereka di 94% hingga 95%. So actually, saya itu sebetulnya mengatakan 5% yang sering gak kepakai itu saya bintangin ya Bu/Pak," pungkas Menkeu.

Baca juga :
Mensos Minta Rekrutmen Siswa Sekolah Rakyat Dipercepat dan Tepat Sasaran
Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Sri Mulyani automatic adjustment Kementerian

Terpopuler

Humanika

Minggu, 05/07/2026 23:59 WIB

Apakah Sholat Safar Harus di Masjid?

Minggu, 05/07/2026 23:30 WIB

Lima Doa Setelah Melaksanakan Sholat Safar

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777