https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Dipertanyakan, Minimnya Anggaran Riset Nasional Sejak Dilebur ke BRIN

Samrut Lellolsima | Senin, 13/02/2023 14:12 WIB



Ia menilai secara nasional terjadi kontraksi anggaran Iptek, dimana pada tahun 2017 saja tersedia anggaran  Rp 24.9 triliun atau 0.2 persen terhadap PDB, kini anjlok menjadi Rp 6.5 triliun atau 0.03 persen terhadap PDB pada tahun 2023. Anggota Komisi VII DPR RI Mulyanto. Foto: Azka/Man

Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto menyayangkan anjloknya anggaran riset nasional sejak dilakukannya peleburan kelembagaan Iptek ke dalam BRIN yang menjadi lembaga riset superbody dan sentralistik.

Ia menilai secara nasional terjadi kontraksi anggaran Iptek, dimana pada tahun 2017 saja tersedia anggaran  Rp 24.9 triliun atau 0.2 persen terhadap PDB, kini anjlok menjadi Rp 6.5 triliun atau 0.03 persen terhadap PDB pada tahun 2023.

"Ini kan set back, mundur jauh ke belakang," kata Mulyanto kepada wartawan, Senin (13/2).

Baca juga :
Dasco Pastikan Anggaran Pascabencana Aceh-Sumatra Disetujui Pemerintah

Dia menyebutkan, anggaran Iptek Indonesia sangat minim dibandingkan anggaran riset di negara jiran. Anggaran riset di Malaysia dan Singapura sebesar 1.26 persen dan 2.19 persen terhadap PDB. Angka ini jauh di atas anggaran riset Indonesia.

“Bahkan untuk anggaran riset nasional sendiri, merosot dari Rp 3.1 triliun atau 0.016 persen terhadap PDB di tahun 2022, menjadi hanya sebesar Rp 2.2 triliun atau 0.010 persen terhadap PDB di tahun 2023," tambah Mulyanto.

Baca juga :
Rudianto Lallo Minta JPU Tegas di Kasus Penipuan BBM Rp20 Miliar

Wakil Ketua Fraksi PKS ini mengatakan, kondisi ini sangat paradok. Di satu sisi peleburan kelembagaan Iptek menyebabkan BRIN menjadi lembaga superbody dan sentral, baik dari aspek SDM, anggaran riset, infrastruktur riset, maupun manajemen riset, namun pada saat yang sama, malah terjadi penciutan anggaran riset di BRIN.

"Inilah akibat sekaligus masalah mendasar dari peleburan kelembagaan riset yang sarat politisasi, tanpa didukung perhatian, kepemimpinan dan anggaran yang cukup dari Pemerintah,” tegasnya.

Baca juga :
DPR Dorong Sertifikasi SNI UMKM Dipermudah, Jangan Cuma Cargon

Akibatnya, lanjut Mulyanto, muncul kisah pilu dan memprihatinkan seperti: penutupan berbagai pusat riset; penghentian berbagai program strategis; kekurangan dana riset; rebutan kursi staf; rebutan alat lab; pemberhentian para honorer ahli.

“Bukannya berita unjuk kinerja atau tampilnya prestasi para ilmuwan kita di pentas internasional atau munculnya produk inovasi anak bangsa yang membanggakan,” terang Mulyanto.

“Bila ekosistem riset kita terus memburuk seperti ini, maka dapat diperkirakan, bahwa kinerja riset akan semakin melorot,” imbuhnya.

Oleh karena itu, menurut Mulyanto, peleburan kelembagaan Iptek ini gagal. Konsolidasi lebih dari dua tahun tidak membuahkan hasil.

“Kini saatnya kita kembalikan kelembagaan riset dan inovasi seperti sedia kala,” tegasnya.

 

 

 

 

 

 

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Warta DPR Komisi VII PKS Mulyanto Iptek anggaran

Terkini | Jum'at, 09/10/2026 14:21 WIB

News

Punya Jalur Alternatif, Pezeshkian Tegaskan Sanksi AS Tak Mempan Bagi Iran

Ekonomi

Sesi I Akhir Pekan, IHSG Menguat 21 Poin

Gaya Hidup

Hutan Tropis Terancam Krisis Iklim, Panas Ekstrem Bisa Jadi Normal

Olahraga

Barcelona Perpanjang Kontrak Pemain Akademinya hingga 2030

News

Tertular Rekan Sekamar, Pria Ini Meninggal Kena Cacar Monyet

Hiburan

Film Bapak Paling Jujur: Ketika Calon Gubernur "Dikutuk" Tidak Bisa Bohong

Humanika

Menag Nasaruddin Umar Soroti Tantangan Pendidikan Agama di Era AI

Afghanistan Tahan 52 Perempuan Akibat Pelanggaran Aturan Berpakaian

Olahraga

Menang Lawan Port FC, Luka Menalo Puji Kerja Keras Tim

News

Biaya Visum dan Perawatan Korban Kekerasan Seksual Ditanggung Negara

News

DPR: Pembayaran Kewajiban Putusan Pengadilan Bukan Masalah Konstitusional

News

Belgia Kecam Serangan Houthi ke Saudi, Serukan Perlindungan Warga Sipil

News

PLN Gelar PJA 2026, Ajak Jurnalis Suarakan Kemandirian Energi Nasional

Olahraga

Igor Tolic Puji Kecerdasan Pemainnya usai Comeback Lawan Port FC

News

Komdigi Siapkan Aturan Biaya Jasa Ojol untuk Pengantaran Makanan dan Barang

News

Kasus DBD di Kuba Tembus 11.235, Krisis Energi Persulit Pengendalian Nyamuk

Gaya Hidup

Studi Ungkap Pengorbanan Induk Orangutan demi Kebutuhan Sosial Anak

News

Pezeshkian Lapor ke Putin, Iran dan AS Saling Ajukan Proposal Akhiri Perang

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777