https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ini Penyebab Tingginya Angka Stunting di Indonesia

Untung Subagja | Kamis, 16/12/2021 22:05 WIB



Pada kasus stunting di Indonesia, angka yang besar tersebut disebabkan oleh banyaknya jumlah ibu yang mengalami kekurangan asupan gizi mikro ilustrasi anak stunting

Jakarta, Jurnas.com - Plt Kepala Organisasi Riset Pengkajian dan Penerapan Teknologi (OR PPT) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Dadan M. Nurjaman mengatakan Triple Burden of Disease (tiga beban masalah gizi) menjadi salah satu penyebab tingginya angka anak lahir kerdil (stunting) di Indonesia.

“Kondisi triple burden di Indonesia, satu memang masih terdapat kekurangan gizi terutama balita. Kedua pada orang dewasa terjadi kegemukan, ada pula kekurangan gizi mikro yang menyebabkan anemia. Itu yang bisa menyebabkan stunting,” kata Dadan dalam Talkshow “Penguatan Kerja Sama BKKBN-Kemenag-BRIN dalam Pencegahan Stunting dari Hulu Bagi Calon Pengantin” yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis.

Dadan menuturkan tiga permasalahan gizi tersebut dapat terjadi karena asupan gizi, baik gizi mikro maupun makro belum mencukupi atau seimbang dalam memenuhi kebutuhan gizi yang diperlukan oleh tubuh.

Baca juga :
Kerusakan Bangsa Dimulai dari Elite Bodoh dan Haus Kuasa

Pada kasus stunting di Indonesia, angka yang besar tersebut disebabkan oleh banyaknya jumlah ibu yang mengalami kekurangan asupan gizi mikro. Kurangnya gizi itu menyebabkan ibu mengalami anemia dan mempengaruhi kesehatan bayi dalam kandungan.

Menurutnya, masalah itu harus segera diatasi, karena bayi yang lahir pada tahun 2022 akan menjadi sumber daya produktif pada tahun 2045, dimana Indonesia akan memetik bonus demografi dalam jumlah yang sangat besar.

Baca juga :
Israel Culik Jurnalis RI, Dewan Pers Minta Pemerintah Segera Bebaskan

“Ada waktu kurang lebih 23 tahun lagi dan bayi yang lahir tahun depan akan memasuki usia produktif di tahun 2045. Jadi tidak terbayangkan kalau kasus stuntingnya tinggi,” tegas dia.

Oleh sebab itu, katanya, pihaknya sedang dan akan terus melakukan riset yang dapat menghasilkan invensi maupun inovasi-inovasi baru yang nantinya dapat membantu masyarakat mendapatkan asupan gizi yang baik sekaligus sebagai cara untuk menekan angka stunting yang kini masih mencapai 27,67 persen.

Baca juga :
Ancelotti Buka Alasan Kembali Panggil Neymar ke Timnas Brasil

“Kita sedang melakukan beberapa riset untuk menghasilkan formula produk. Bukan hanya kandungan gizi mikronya, tapi kandungan gizi makro, seperti karbohidrat, lemak dan protein, sehingga itu menjadi salah satu alternatif untuk menyesuaikan kekurangan gizinya,” kata dia.(Antara)

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Stunting Gizi balita

Terpopuler

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777