https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

BPIP Gelar Bedah Musik dan Nasionalisme

Syafira | Rabu, 15/12/2021 12:16 WIB



BPIP gelar Bedah Musik Kebangsaan bertajuk Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Lewat Musik. Diskusi Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). (Foto: Jurnas/Ist).

Medan, Jurnas.com- Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Selasa (14/12), kembali menggelar acara Bedah Musik Kebangsaan bertajuk Sosialisasi Nilai-Nilai Pancasila Lewat Musik. Kali ini, acara bedah musik digelar di Kampus Universitas Sumatra Utara, Medan.

Dalam pemaparannya, Wakil Kepala BPIP Prof Hariyono mengatakan, musik adalah identitas bangsa dan sangat penting. Sehingga, pada masa lalu para pejuang seperti Ki Hajar Dewantoro memikirkan kapan bangsa Indonesia memiliki lagu kebangsaan.

"Inilah yang dipikirkan Ki Hajar Dewantara pada 1918 ditanggapi oleh WR Supratman pada 1924 dan mulai mengaransemen lagu Indonesia Raya," kata Hariyono di hadapan para peserta.

Baca juga :
Marc Klok Sebut Kemenangan atas PSM Sangat Spesial

Hariyono mengatakan, bukan hal yang mudah pada masa penjajahan untuk mengaransemen lagu. Bahkan, WR Supratman pun harus ditangkap Belanda karena telah mengaransemen lagu kebangsaan.

"WR Supratman ditangkap karena lagu yang diaransemen. Maka seharusnya lagu-lagu kebangsaan bisa menggugah nasionalisme kita," kata Hariyono.

Baca juga :
Asisten Pelatih Persib Puji Mental Pemainnya Usai Tundukkan PSM

Ketua Program Studi Etnomusikologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatra Utara (USU) Rithaony Hutajulu mengatakan, tidak ada satu bangsa pun yang tak punya musik. Dan, musik ada di setiap aspek kehidupan.

"Di sejumlah negara, musik ini malah dianggap sebagai pengetahuan yang wajib, bukan sekadar hiburan," kata Ritha.

Baca juga :
Beasiswa BIB Kemenag Buka Jalur Akselerasi, Ini Jadwal-Link Pendaftarannya

Terkait penggugah nilai kebangsaan, Ritha mengatakan semua negara menggunakan musik sebagai cara membangun nasionalisme. Dan, tak ada satu negara pun yang tak punya lagu kebangsaan. 

"Dalam konteks Indonesia, bahwa di tahun 1920-an sudah terbentuk nasionalisme dari berbagai rasa persamaan senasib dan sebangsa. Jadi, muncullah karya-karya lagu yang menggetarkan dan menggugah persatuan Indonesia," kata Rita.

Ketua Komisi II DPR Ahmad Doli Kurnia yang juga menjadi pembicara dan pembedah lagu kebangsaan di acara itu mencontohkan, lagu kebangsaan berjudul Dari Sabang Sampai Merauke. Menurut Doli, lagu itu diciptakan oleh R Soerarjo pada 20 Mei 1942 dengan judul asli Barat Sampai ke Timur.

"Lagu ini diciptakan sebagai bentuk keprihatinan dan protes penciptanya karena Jepang menutup semua sekolah," kata Doli.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

BPIP Musik Kebangsaan Indonesia

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Selasa, 07/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Maroko

Rabu, 08/07/2026 02:02 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Spanyol vs Belgia

Selasa, 07/07/2026 11:44 WIB
Olahraga

Persib Resmi Lepas Andrew Jung dengan Harga Fantastis

Humanika

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777