https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Ketua MPR Yakin Rosan Roeslani Mampu Cepat Tingkatkan Hubungan Indonesia-Amerika

Aliyudin Sofyan | Senin, 22/11/2021 17:45 WIB



Latar belakang Duta Besar Rosan Roeslani sebagai pengusaha juga memberikan nilai lebih agar KBRI di Washington Amerika Serikat bisa menarik sebanyak mungkin investor dari Amerika Serikat untuk berinvestasi di Indonesia. Ketua MPR, Bambang Soesatyo bersama Duta Besar Rosan Roeslani. (Foto: MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) meyakini dibawah kepemimpinan Duta Besar Rosan Roeslani, KBRI di Washington Amerika Serikat dapat bergerak cepat dalam meningkatkan hubungan diplomatik antara Indonesia dengan Amerika Serikat.

Latar belakang Duta Besar Rosan Roeslani sebagai pengusaha juga memberikan nilai lebih agar KBRI di Washington Amerika Serikat bisa menarik sebanyak mungkin investor dari Amerika Serikat untuk berinvestasi di Indonesia.

"Dalam mempromosikan Indonesia sebagai destinasi investasi bagi Amerika Serikat, Duta Besar Rosan Roeslani bisa memanfaatkan forum US Chamber of Commerce dan US-ASEAN Business Council, yang didalamnya berisi ratusan pengusaha Amerika Serikat. Beberapa sektor yang bisa ditawarkan antara lain perdagangan dua arah, konektivitas digital, kesehatan, hingga pengembangan SDM," ujar Bamsoet di Jakarta, Senin (22/11/21).

Baca juga :
Tiga Warga AS Tewas Akibat Terpapar Zat Misterius

Bamsoet menjelaskan, peran ekonomi digital akan semakin besar dalam pembangunan ekonomi di Indonesia, kawasan dan dunia. Pertumbuhan sektor ekonomi digital di Indonesia telah mencapai di atas 40 persen per tahun.

Dengan berinvestasi di sektor ekonomi digital Indonesia, menjadi pintu masuk bagi Amerika Serikat untuk membuka akses yang lebih besar lagi ke pasar ekonomi digital ASEAN yang saat ini bernilai lebih dari USD 100 miliar.

Baca juga :
Investasi Budaya Dorong Ekonomi Kreatif dan Pariwisata Daerah

"Pada November 2020, pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat telah menandatangani Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) mengenai pendanaan infrastruktur dan perdagangan senilai USD750 juta. Serta penandatanganan Letter of Interest (LoI) dari United States International Development Finance Corporation (DFC) yang akan menginvestasikan USD 2 miliar atau setara Rp 28,3 triliun untuk Sovereign Wealth Fund/SWF (Lembaga Pengelola Investasi di Indonesia). Kedua perjanjian tersebut ditandatangani di akhir periode pemerintahan Presiden Trump, KBRI Washington perlu mengawal jangan sampai ada perubahan di masa pemerintahan Presiden Joe Biden," jelas Bamsoet.

Bamsoet menerangkan, KBRI Washington juga bisa memuluskan kembali rencana pemerintah Indonesia menarik Elon Musk berinvestasi di Indonesia. Tidak hanya pada sektor pengembangan kendaraan listrik Tesla, melainkan juga menjadikan Indonesia sebagai lokasi launching pad (landasan peluncuran roket) Space X.

Baca juga :
Penembakkan Islamic Center San Diego, Lima Orang Tewas

"Pasca pembicaraan via telepon antara Presiden Joko Widodo dengan Elon Musk pada Desember 2020 lalu, Elon Musk sempat menyatakan ketertarikannya berinvestasi di Indonesia. Namun realisasinya hingga kini masih terkendala beberapa hal. KBRI Washington harus bisa menjadi problem solver," terang Bamsoet.

Bamsoet menerangkan, pengembagan industri baterai untuk kendaraan listrik sangat menjanjikan. Mengingat Indonesia mempunyai sumber daya nikel dan kobalt yang besar. Bahkan sejak tahun 2018, Indonesia telah diakui sebagai raja nikel dunia karena menguasai 21 miliar ton atau sekitar 30 persen cadangan dan sumberdaya nikel dunia.

Indonesia juga memiliki kekayaan material komponen penting untuk industri baterai selain nikel. Antara lain 1,2 miliar ton aluminium, 51 miliar ton tembaga, dan 43 miliar ton mangan.

"Sebagai salah satu bentuk keseriusan pemerintah dalam mengembangkan kendaraan listrik, Presiden Joko Widodo telah mengeluarkan Perpres Nomor 55 Tahun 2019 tentang Percepatan Program Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai untuk Transportasi Jalan. Indonesia juga sudah mendirikan Indonesia Battery Corporation (IBC). Sebuah holding yang dibentuk oleh empat BUMN, yaitu PT. Indonesia Asahan Aluminium, PT. Aneka Tambang Tbk, PT. Pertamina, dan PT. PLN, untuk mengelola industri baterai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir di Tanah Air," pungkas Bamsoet.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Bambang Soesatyo Rosan Roeslani Amerika Serikat Investasi

Terpopuler

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

Jum'at, 03/07/2026 03:03 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Australia vs Mesir

Sabtu, 04/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belgia vs Amerika Serikat

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777