https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

Bamsoet: Empat Pilar dan Bela Negara Saling Menguatkan Bangun Wawasan Kebangsaan

Aliyudin Sofyan | Kamis, 11/11/2021 16:05 WIB



Tugas kita adalah menjaga apa yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa agar Indonesia tetap bersatu dan tidak terpecah-pecah. Ketua MPR, Bambang Soesatyo. (Foto: MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Ketua MPR Bambang Soesatyo menegaskan setiap warga negara berhak dan wajib dalam upaya pembelaan negara. Setiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara.

“Kita bisa menjaga Indonesia tetap bersatu dengan melakukan bela negara. Bela negara adalah harga mati bagi kita semua,” kata Bambang Soesatyo ketika menjadi pembicara kunci dalam seminar nasional bertema “Peran Empat Pilar MPR RI dan Kesadaran Bela Negara dalam Upaya Mendukung Pemerintah Menangani Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional” di Gedung Nusantara IV, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (11/11/2021).

Seminar nasional terselenggara atas kerjasama MPR dengan Universitas Trisakti.

Baca juga :
Lestari Moerdijat: Bangun Ekosistem Literasi dengan Langkah Nyata

Bamsoet, sapaan Bambang Soesatyo, mengungkapkan bahwa sebagai bangsa yang besar kita harus menjaga nilai-nilai kebangsaan dan mempertebal kecintaan kepada bangsa. “Tugas kita adalah menjaga apa yang telah diperjuangkan para pendiri bangsa agar Indonesia tetap bersatu dan tidak terpecah-pecah,” ujarnya.

Menurut Bamsoet, Indonesia menghadap ancaman yang nyata dengan beragam cara dan motifnya.

Baca juga :
MPR Dorong Nasionalisme Generasi Muda Lewat LKBB-PB NTB 2026 di Mataram

“Jangan sampai kita kehilangan satu pun wilayah di NKRI. Kita pernah kehilangan Timor Timur. Kita pernah kehilangan dua pulau, yaitu Sipadan dan Ligitan. Jangan sampai kita kehilangan wilayah-wilayah lain termasuk Papua. Untuk menjaga Indonesia tetap bersatu kita bisa melakukan dengan bela negara. Karena itu, bela negara adalah harga mati,” paparnya.

Bamsoet menjelaskan bahwa Empat Pilar MPR dan bela negara adalah dua elemen senyawa yang saling bertautan dan menguatkan dalam konsepsi membangun wawasan kebangsaan.

Baca juga :
Eddy Soeparno Hormati SMAN 1 Pontianak, Tegaskan Tak Boleh Ada Intimidasi

UU No. 32 Tahun 2002 tentang Pertahanan Negara bahwa pertahanan negara bertitik tolak pada falsafah dan pandangan hidup bangsa Indonesia untuk menjamin keutuhan dan tegaknya NKRI yang berdasarkan Pancasila dan UUD NRI Tahun 1945.

“Pancasila sebagai dasar negara dan landasan ideologi, falsafah dan sumber etika moral memberikan nafas sekaligus arah tujuan dalam upaya bela negara. Sementara UUD NRI Tahun 1945 sebagai landasan konstitusional kenegaraan menegaskan bahwa setiap warga negara berhak dan wajib dalam upaya pembelaan negara dan tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara,” jelasnya.

“Landasan paling fundamental dan nyata dari konsep bela negara adalah perasaan senasib dan sepenanggungan yang dijiwai semangat persatuan dan kesatuan di tengah realita keberagaman kita sebagai sebuah bangsa. Inilah esensi semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” sambungnya.

Bamsoet mengharapkan seminar nasional ini dapat merekonstruksi kesadaran kolektif kita bahwa aktualisasi nilai-nilai Empat Pilar MPR RI dan implementasi bela negara memiliki kontribusi penting dalam upaya penanggulangan berbagai persoalan kebangsaan, termasuk persoalan yang kita hadapi hari ini yaitu pandemi Covid-19 beserta dampak yang menyertainya.

“Pertanyaannya apakah nilai-nilai kebangsaan yang diamanatkan dalam Empat Pilar MPR dan semangat bela negara masih dapat kita jadikan tumpuan untuk menghadapi masa-masa sulit dan keprihatinan akibat dampak pandemi?” tanya Bamsoet.

“Menjawab pertanyaan itu, saya meyakini bahwa nilai-nilai Empat Pilar MPR RI dan semangat bela negara akan mampu menjadi tumpuan bagi tumbuhnya jiwa solidaritas dalam mempererat ikatan soliditas kebangsaan kita,” jawabnya.

Buktinya, lanjut Bamsoet, data The World Giving Index (WGI) 2021 diterbitkan oleh Charities Aid Foundation, di masa pandemi Covid-19 yang mempengaruhi 8 miliar penduduk dunia, Indonesia menempati peringkat pertama sebagai negara paling dermawan di dunia, dengan tingkat sukarelawan negara lebih banyak tiga kali dari rata-rata global.

“John Hopskin University juga menilai bahwa penanganan pandemi Covid di Indonesia merupakan salah satu yang terbaik di dunia,” katanya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Bambang Soesatyo Empat Pilar Bela Negara

Terpopuler

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

Sabtu, 04/07/2026 06:06 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Belgia vs Amerika Serikat

Sabtu, 04/07/2026 04:04 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Prancis vs Paraguay

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777