https://www.jurnas.com/images/img/conf-Jurnas_11.jpg
Beranda News Ekonomi Ototekno Hiburan Gaya Hidup Olahraga Humanika Warta MPR Kabar Desa Terkini

HNW: Santri Diharapkan Melanjutkan Peran Memajukan Umat

Aliyudin Sofyan | Jum'at, 22/10/2021 20:16 WIB



Para Santri banyak yang mengisi posisi strategis tersebut, agar dijaga sebagai amanat, agar bisa dilanjutkan karena manfaat yang dirasakan oleh Masyarakat. Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid (HNW). (Foto: MPR)

Jakarta, Jurnas.com - Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, yang juga Santri alumni Pondok Gontor, mendukung komunitas Santri, maju berperan melanjutkan peran hadirnya Islam yang Moderat dan yang Rahmatan lil alamin.

Dengan kiprah dan amal shalih, santri diharapkan mampu melanjutkan peran memajukan Umat. Membangun bangsa dan kemerdekaan Indonesia dengan mengisi posisi-posisi strategis di publik. Baik di eksekutif, legislatif, yudikatif, edukatif, bisnis, ormas maupun orpol.

“Di era Reformas sekarang ini, tidak ada ruang yang tidak bisa diisi santri. Ada santri yang menjadi Presiden, Wapres, Ketua MPR, Pimpinan DPR, Menteri, Dubes, Anggota TNI dan Polri. Santri juga ada yang jadi Pimpinan Ormas dan Orpol maupun Lembaga Charity. Bahkan, tidak sedikit pula santri yang berhasil menjadi pengusaha sukses. Saat ini, kesempatan bagi santri untuk berperan itu semakin terbuka, tidak ada ketentuan perundangan yang menghambat kiprah Santri. Para Santri banyak yang mengisi posisi strategis tersebut, agar dijaga sebagai amanat, agar bisa dilanjutkan karena manfaat yang dirasakan oleh Masyarakat,” ujarnya melalui siaran pers memperingati Hari Santri pada Jumat (22/10/2021).

Baca juga :
Persis Nilai Penguatan Regulasi Sidang Isbat Penting Demi Persatuan Umat

HNW sapaan akrab Hidayat Nur Wahid mengatakan, sejarah telah mencatat bahwa peran santri untuk menghadirkan dan menjaga kemerdekaan dan dalam proses pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangatlah besar.

Selain Resolusi Jihad KH Hasyim Asy’ari pada 22 Oktober yang jadi dasar penetapan Hari Santri tidak jadi ditetapkan tanggal 1 Muharram sebagaimana janji awal kampanye Capres Jokowi, HNW mencatat, tidak sedikit para founding fathers Indonesia yang berlatar belakang pesantren.

Baca juga :
Lestari Moerdijat: Bangun Ekosistem Literasi dengan Langkah Nyata

Seperti KH Wahid Hasjim dan KH Masjkur (NU), KH Kahar Mudzakkir dan Ki Bagus Hadikusumo (Muhammadiyah), KH Ahmad Sanusi serta KH Abdul Halim (PUI), juga Santri yang pimpinan Partai Islam seperti H Agus Salim dan M Natsir.

“Mereka telah berperan aktif bersama tokoh-tokoh Bangsa, merumuskan dasar dan konstitusi negara. Menyelamatkan Pancasila dan NKRI. Mereka adalah para Santri baik karena pendidikan di Pesantren, maupun karena laku dan ilmunya yang mengamalkan ilmu-ilmu ke-Islaman. Maka sudah sewajarnya apabila para santri mempelajari dan meneruskan kiprah para Santri Pahlawan Bangsa, dalam konteks kekinian untuk menyongsong masa depan,” ujar alumnus Pondok Pesantren Modern Gontor Darussalam ini.

Baca juga :
MPR Dorong Nasionalisme Generasi Muda Lewat LKBB-PB NTB 2026 di Mataram

Para santri kata HNW bisa mengikuti jejak para pendahulunya dengan terus menjaga agar Indonesia juga Merdeka dari segala bentuk neokolonialisme. Seperti liberalisme, hedonisme, sekularisme, separatisme, komunisme dan radikalisme.

Selain aliran-aliran, itu juga bertentangan dengan Pancasila, dan tidak sesuai dengan ajaran Islam ahlussunnah wal jamaah yang diikuti oleh mayoritas Muslim penduduk Indonesia.

“Selain paham-paham menyimpang di atas, neokolonialisme itu bisa juga berupa kemiskinan, ketidakadilan dan kebodohan. Santri harus berperan penting untuk menyelamatkan bangsa dan negara dari ancaman-ancaman nekolonialisme tersebut. Juga menyelamatkan Indonesia dari pemberontakan PKI, sebagaiamana dilakukan oleh santri-santri NU dengan GP Anshornya dan Muhammadiyah dengan KOKAM/Pemuda Muhammadiyahnya,” ujar HNW.

Oleh karena itu, HNW meminta agar pemerintah juga menaruh perhatian yang serius untuk Kemaslahatan Santri dan Pesantren. Mengingat jasanya sangat besar yang telah dan bisa mereka sumbangkan bagi negara, dan potensi yang sangat besar dalam menjaga dan memajukan bangsa Indonesia.

“Misalnya dengan memaksimalkan Perpres Dana Abadi Pesantren agar Santri bisa mengakses pendidikan yang lebih berkualitas, agar bisa berperan lebih strategis lagi,” ujarnya.

HNW berharap, tidak ada lagi dikotomi terkait Santri dan Pesantren pasca diberlakukannya UU No. 18 Tahun 2019 tentang Pesantren. “Pesantren itu tempat belajar para santri, selain dari yang berorientasi salafiyah/tradisional kitab kuning, tetapi juga ada yang modern/mu’adalah/muallimin/kitab putih.

Bahkan juga pesantren terpadu yang integrasikan pendidikan umum dengan agama Islam. Itu semua menurut UU Pesantren masuk dalam kategori pesantren. Namun, selama ini ada kesan bahwa Hari Santri hanya diperingati oleh santri, pesantren dan Ormas yang akrab dan menggunakan kitab kuning,” ujarnya.

“Saya berharap ke depannya, santri dan pesantren yang berlatar belakang beragam tersebut dapat terus bekerja sama dan berkolaborasi dalam menghidupi dan memaknai Hari Santri, agar Santri selalu Siaga Ilmu, Jiwa dan Raga. Untuk bisa lanjutkan peran mensejarah para Ulama, yang sekarang juga banyak yang wafat karena covid-19, agar eksistensi NKRI tetap terjaga dan bisa jaya raya dalam koridor yang diwariskan Para Ulama Pejuang Bangsa,” pungkasnya.

Ikuti Update jurnas.com di

Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1

KEYWORD :

Kinerja MPR Hidayat Nur Wahid Santri Umat

Terpopuler

Selasa, 07/07/2026 06:06 WIB
Humanika

Statistik Head to Head Timnas Inggris vs Norwegia

Minggu, 05/07/2026 20:30 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Portugal vs Spanyol

Senin, 06/07/2026 17:15 WIB
Olahraga

Statistik Head to Head Timnas Swiss vs Kolombia

https://journals.daffodilvarsity.edu.bd/?login=

toto macau

dota777 pulsa777 daftar pulsa777