Humanika

Kisah Rasulullah Menegur Sahabat yang Tak Hadir Salat Jumat

Kisah Rasulullah menegur sahabat yang tidak menghadiri salat Jumat karena terlilit utang menyimpan pelajaran penting tentang sejumlah moral kehidupan
Ilusrasi - Kisah sahabat yang ditegur nabi karena tidak salat Jumat (Foto: Islami)

Jakarta, Jurnas.com - Kisah Rasulullah SAW menegur sahabat yang tidak menghadiri salat Jumat karena terlilit utang menyimpan pelajaran tentang tanggung jawab, kejujuran, dan ikhtiar menghadapi kesulitan. Sahabat tersebut adalah Mu'adz bin Jabal RA, yang memilih bersembunyi di rumah karena belum mampu membayar utangnya kepada seorang Yahudi.

Peristiwa itu bermula menjelang pelaksanaan salat Jumat. Saat itu, Rasulullah SAW mendapati Mu'adz bin Jabal tidak terlihat di antara para sahabat yang hendak menunaikan salat Jumat. Nabi Muhammad SAW kemudian mencari tahu alasan ketidakhadirannya.

Ternyata, Mu'adz sedang menghadapi persoalan utang emas sebanyak satu uqiyah atau sekitar 201 gram kepada seorang Yahudi bernama Yohana bin Maria.

Pada Jumat pagi, Yohana datang ke rumah Mu'adz untuk menagih utang tersebut. Ia menunggu di depan pintu, sementara Mu'adz belum memiliki harta untuk melunasi kewajibannya.

Situasi itu membuat Mu'adz memilih tidak keluar rumah. Ia khawatir Yohana kembali menagih utangnya, sehingga akhirnya tidak berangkat ke masjid untuk melaksanakan salat Jumat.

Pada kesempatan berikutnya, Rasulullah SAW bertemu dengan Mu'adz dan menanyakan alasan ketidakhadirannya.

"Apa yang mencegahmu dari berangkat Jumatan, hai Mu'adz?" tanya Rasulullah SAW.

Mu'adz kemudian menjelaskan persoalan yang sedang dihadapinya. Ia mengaku tidak berani keluar rumah karena khawatir Yohana menagih utang, sedangkan dirinya belum memiliki harta untuk membayarnya.

"Karena Yohana, Nabi," jawab Mu'adz. Ia lalu menceritakan kedatangan Yohana yang menunggu di depan pintu rumahnya.

Mendengar penjelasan tersebut, Rasulullah SAW menawarkan sebuah amalan berupa bacaan ayat Al-Qur'an dan doa yang dapat dipanjatkan ketika menghadapi kesulitan membayar utang.

"Tidakkah kamu mau aku ajari, hai Mu'adz, beberapa kalimat yang bila kamu berdoa dengannya, andaikan kamu punya utang emas sepenuh bumi, niscaya Allah akan melunasinya darimu?" tanya Nabi SAW.

Mu'adz menjawab dengan penuh semangat, "Ya Nabi."

Rasulullah SAW kemudian mengajarkan Mu'adz membaca Surat Ali Imran ayat 26–27 dan sebaris doa. Bacaan tersebut menjadi bagian dari pesan yang disampaikan Nabi kepada sahabatnya dalam menghadapi persoalan utang.

Kisah ini menggambarkan bagaimana Rasulullah SAW memperhatikan ketidakhadiran sahabatnya dalam salat Jumat dan mencari tahu persoalan yang melatarbelakanginya. Nabi juga memberikan bimbingan ketika mengetahui Mu'adz sedang menghadapi kesulitan ekonomi. (*)

Sumber: NU Online, Terasmuslim, dan berbagai sumber lainnya.