Jakarta, Jurnas.com - Setiap Muslim tentu mengharapkan rahmat Allah SWT dalam menjalani kehidupan di dunia maupun di akhirat.
Rahmat Allah menjadi sumber pertolongan, ampunan, dan kebaikan bagi hamba-Nya.
Dalam ajaran Islam, terdapat sejumlah amalan yang diperintahkan untuk dilakukan sebagai bentuk ketaatan sekaligus jalan untuk mengharapkan rahmat Allah SWT.
Amalan tersebut antara lain beribadah, bertakwa, berbuat baik, serta memohon ampunan atas dosa-dosa yang telah dilakukan.
Berikut beberapa amalan yang dijelaskan dalam Al-Qur’an sebagai jalan untuk meraih rahmat Allah SWT.
1. Menjalankan Perintah Allah dan Menjauhi Larangan-Nya
Salah satu jalan untuk mengharapkan rahmat Allah adalah menjalankan perintah-Nya dan berusaha menjauhi larangan-Nya.
Allah SWT berfirman dalam Surah Ali Imran ayat 132:
وَاَطÙيْعÙوا اللّٰهَ وَالرَّسÙوْلَ لَعَلَّكÙمْ ØªÙØ±Ù’ØÙŽÙ…Ùوْنَ
Artinya: "Dan taatlah kepada Allah dan Rasul (Muhammad), agar kamu diberi rahmat." (QS. Ali Imran: 132)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa ketaatan kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW merupakan hal penting dalam kehidupan seorang Muslim. Ketaatan itu diwujudkan melalui pelaksanaan ibadah, menjaga akhlak, dan menjalankan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.
2. Bertakwa kepada Allah SWT
Takwa merupakan sikap menjaga diri dengan menaati perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Sikap ini juga mencakup kesadaran untuk bertanggung jawab atas setiap perbuatan.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-An`am ayat 155:
وَهٰذَا ÙƒÙØªÙ°Ø¨ÙŒ Ø§ÙŽÙ†Ù’Ø²ÙŽÙ„Ù’Ù†Ù°Ù‡Ù Ù…ÙØ¨Ù°Ø±ÙŽÙƒÙŒ ÙÙŽØ§ØªÙ‘ÙŽØ¨ÙØ¹Ùوْه٠وَاتَّقÙوْا لَعَلَّكÙمْ ØªÙØ±Ù’ØÙŽÙ…Ùوْنَ
Artinya: "Dan ini adalah Kitab (Al-Qur’an) yang Kami turunkan dengan penuh berkah. Ikutilah, dan bertakwalah agar kamu mendapat rahmat." (QS. Al-An`am: 155)
Ayat ini mengajarkan bahwa mengikuti petunjuk Al-Qur’an dan bertakwa merupakan bagian dari upaya seorang hamba untuk memperoleh rahmat Allah SWT.
3. Memohon Ampunan kepada Allah
Setiap manusia tidak luput dari kesalahan. Karena itu, seorang Muslim dianjurkan untuk bertobat dan memohon ampunan kepada Allah SWT ketika melakukan dosa.
Allah SWT berfirman dalam Surah An-Naml ayat 46:
قَالَ يٰقَوْم٠لÙÙ…ÙŽ تَسْتَعْجÙÙ„Ùوْنَ Ø¨ÙØ§Ù„Ø³Ù‘ÙŽÙŠÙ‘ÙØ¦ÙŽØ©Ù قَبْلَ الْØÙŽØ³ÙŽÙ†ÙŽØ©Ù Ûš لَوْلَا تَسْتَغْÙÙØ±Ùوْنَ اللّٰهَ لَعَلَّكÙمْ ØªÙØ±Ù’ØÙŽÙ…Ùوْنَ
Artinya: "Dia (Saleh) berkata, `Wahai kaumku! Mengapa kamu meminta disegerakan keburukan sebelum (datangnya) kebaikan? Mengapa kamu tidak memohon ampun kepada Allah agar kamu mendapat rahmat?`" (QS. An-Naml: 46)
Ayat tersebut memuat ajakan untuk memohon ampunan kepada Allah SWT. Tobat bukan hanya diucapkan melalui lisan, tetapi juga perlu disertai penyesalan dan usaha memperbaiki diri.
4. Berbuat Baik kepada Sesama
Rahmat Allah juga menjadi alasan bagi umat Islam untuk memperlakukan orang lain dengan baik. Sikap saling membantu, menghormati, dan menghindari perbuatan zalim merupakan bagian dari akhlak yang diajarkan Islam.
Allah SWT berfirman dalam Surah Al-A`raf ayat 56:
وَلَا تÙÙÙ’Ø³ÙØ¯Ùوْا ÙÙÙ‰ الْاَرْض٠بَعْدَ Ø§ÙØµÙ’لَاØÙهَا وَادْعÙوْه٠خَوْÙًا وَّطَمَعًا Û— اÙنَّ رَØÙ’مَتَ اللّٰه٠قَرÙيْبٌ مّÙÙ†ÙŽ Ø§Ù„Ù’Ù…ÙØÙ’Ø³ÙÙ†Ùيْنَ
Artinya:
"Janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-A`raf: 56)
Ayat ini menjelaskan bahwa rahmat Allah dekat dengan orang-orang yang berbuat baik. Karena itu, seorang Muslim hendaknya tidak hanya memperhatikan hubungan dengan Allah, tetapi juga menjaga hubungan dengan sesama manusia dan lingkungan.
5. Menjaga Salat dan Menunaikan Zakat
Salat dan zakat merupakan bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim. Salat menjadi bentuk penghambaan kepada Allah, sedangkan zakat mengajarkan kepedulian terhadap orang yang membutuhkan.
Allah SWT berfirman dalam Surah An-Nur ayat 56:
وَاَقÙيْمÙوا الصَّلٰوةَ وَاٰتÙوا الزَّكٰوةَ وَاَطÙيْعÙوا الرَّسÙوْلَ لَعَلَّكÙمْ ØªÙØ±Ù’ØÙŽÙ…Ùوْنَ
Artinya:
"Dan laksanakanlah salat, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Rasul agar kamu diberi rahmat." (QS. An-Nur: 56)
Ayat tersebut menghubungkan pelaksanaan salat, penunaian zakat, dan ketaatan kepada Rasulullah SAW dengan harapan memperoleh rahmat Allah SWT.






