Ilustrasi virus corona (Foto: Lizabeth Menzies/AFP)
Wellington, Jurnas.com - Selandia Baru mencatat 41 kasus COVID-19 baru, menjadikan jumlah total infeksi di negara itu menjadi 148. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Kesehatan Ashley Bloomfield ketika menyatakan, menahan penyebaran varian Delta seperti berurusan dengan virus baru.
Dari kasus-kasus baru, 38 berada di Auckland dan tiga di ibu kota Wellington, kata Bloomfield pada konferensi pers pada Selasa (24/8). Kasus termuda dilaporkan adalah seorang bayi.
Mayoritas kasus yang dikonfirmasi dalam wabah tersebut adalah etnis Samoa yang terkait dengan Gereja Majelis Tuhan Samoa.
Eddy Soeparno Terima Kunjungan Dubes Selandia Baru, Perkuat Kolaborasi Pengembangan Geothermal
Menurut laporan, ada 58 kasus yang dikonfirmasi terkait dengan gereja. Ini termasuk orang-orang di layanan dan kontak dekat rumah tangga.
Bloomfield dikutip oleh surat kabar Sydney Morning Herald mengatakan bahwa dia telah berbicara dengan Departemen Kesehatan Australia, Profesor Dr Brendan Murphy pada hari Senin tentang sifat varian Delta.
Dia setuju dengan Murphy bahwa memerangi Delta di komunitas seperti berurusan dengan virus baru.
"Itu juga pengalaman kami di Selandia Baru. Delta tidak seperti pengalaman kami sebelumnya, seperti yang kita ketahui, sangat menular dan menular, dan seperti yang telah kita lihat, menyebar dengan cepat," ujarnya.
Selandia Baru Minta Maaf Usai Temukan 200 Ribu Orang Alami Pelecehan di Tempat Perawatan
Menurut laporan, pengurutan genom yang dilakukan pada kasus pertama yang dilaporkan di Auckland dikaitkan dengan seorang pelancong, yang telah kembali dari Sydney, Australia.
Pada Senin, Perdana Menteri Jacinda Ardern telah memerintahkan perpanjangan penguncian negara hingga Jumat, ketika akan ditinjau kembali berdasarkan munculnya kasus baru.
Ardern, bagaimanapun, mengatakan bahwa perintah tinggal di rumah di Auckland akan tetap berlaku setidaknya hingga 31 Agustus. "Kami masih berada di tengah wabah ini," kata Ardern, Senin (23/8).
"Kami belum percaya bahwa kami telah mencapai puncak wabah ini atau ujung-ujungnya," katanya dalam konferensi pers.
Program vaksinasi Selandia Baru lebih lambat daripada banyak negara maju lainnya meskipun ada percepatan baru-baru ini. Sekitar 32 persen orang telah memiliki setidaknya satu dosis vaksin sementara 18 persen telah divaksinasi penuh.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Selandia Baru Kasus COVID-19 Varian Delta

























