Kamis, 16/04/2026 14:08 WIB

Timor Leste Temukan Kasus Perdana Varian Delta





Berdasarkan pengurutan genom yang dilakukan oleh Institut Doherty Australia pada minggu pertama Agustus, ditemukan bahwa dari 27 sampel yang diambil di wilayah Ermera, 12 di antaranya terinfeksi varian Delta.

Ilustrasi virus corona (Foto: Lizabeth Menzies/AFP)

Dili, Jurnas.com - Timor Leste mencatatkan kasus pertama penularan Covid-19 varian Delta. Temuan ini meningkatkan kekhawatiran pemerintah tentang kemungkinan lonjakan kasus.

Berdasarkan pengurutan genom yang dilakukan oleh Institut Doherty Australia pada minggu pertama Agustus, ditemukan bahwa dari 27 sampel yang diambil di wilayah Ermera, 12 di antaranya terinfeksi varian Delta.

Ermera memiliki jumlah kasus aktif tertinggi dan tingkat vaksinasi terendah di Timor Leste yang berbatasan dengan Indonesia, di mana varian Delta memicu salah satu epidemi virus corona terburuk di Asia.

"Varian Delta kemungkinan menyebabkan peningkatan jumlah kasus yang signifikan, termasuk kasus parah dan kematian," demikian keterangan Kementerian Kesehatan dikutip dari Reuters pada Selasa (10/8). Mereka yang belum divaksin menjadi pihak paling berisiko.

Berpenduduk 1,3 juta orang, Timor Leste mencatat 11.579 kasus dan 28 kematian sejak awal pandemi. Sekitar 8,5 persen warganya sejauh ini telah diinokulasi penuh menggunakan vaksin AstraZeneca dan Sinovac.

Sampel dari daerah lain belum diuji, tetapi pakar kesehatan masyarakat mengatakan meningkatnya jumlah kasus di tempat lain di negara itu dapat menunjukkan bahwa Delta juga hadir di sana.

Danina Coelho, juru bicara pemerintah untuk vaksin COVID-19, mengatakan klaster Ermera menunjukkan betapa pentingnya meningkatkan cakupan vaksin.

"Pemerintah sangat prihatin dengan kasus-kasus itu khususnya karena tingkat vaksinasi sangat rendah," katanya.

"Itulah mengapa pemerintah memperkuat kampanye vaksin," imbuh dia.

KEYWORD :

Timor Leste Kasus Covid-19 Varian Delta




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :