Sabtu, 18/04/2026 19:41 WIB

Muncul Klaster Stadion di tengah Pesta Euro 2020





Meski sempat mencatatkan penurunan kasus selama 10 minggu terakhir, kini gelombang infeksi baru tidak dapat dihindari jika penggemar sepak bola dan lainnya lengah.

Euro 2020 (Foto: AFP)

Kopenhagen, Jurnas.com - Kerumunan yang terjadi di stadion sepanjang penyelenggaraan Euro 2020, memicu kenaikan kasus Covid-19 di Eropa. Demikian pernyataan Badan Kesehatan Dunia (WHO) pada Kamis (1/7).

Meski sempat mencatatkan penurunan kasus selama 10 minggu terakhir, kini gelombang infeksi baru tidak dapat dihindari jika penggemar sepak bola dan lainnya lengah.

Pekan lalu, jumlah kasus baru naik 10 persen yang disebabkan oleh kerumunan di kota-kota tuan rumah Euro 2020, perjalanan dan pelonggaran pembatasan sosial.

"Kita perlu melihat lebih dari sekadar stadion itu sendiri," kata petugas darurat senior WHO, Catherine Smallwood, dikutip dari Reuters.

"Kita perlu melihat bagaimana orang-orang sampai di sana, apakah mereka bepergian dengan konvoi bus besar yang penuh sesak? Dan ketika mereka meninggalkan stadion, apakah mereka pergi ke bar dan pub yang ramai untuk menonton pertandingan?" sambung dia.

"Peristiwa kecil terus-menerus inilah yang mendorong penyebaran virus," kata Smallwood.

Menteri Dalam Negeri Jerman Horst Seehofer menyebut keputusan badan sepak bola Eropa UEFA untuk mengizinkan kerumunan besar di Euro 2020 "sama sekali tidak bertanggung jawab".

UEFA mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa langkah-langkah mitigasi di tempat tuan rumah "sepenuhnya selaras dengan peraturan yang ditetapkan oleh otoritas kesehatan masyarakat setempat yang kompeten".

Peningkatan kasus Covid-19 baru terjadi karena varian virus Delta yang lebih menular menyebar dengan cepat ke seluruh Eropa.

Hampir 2.000 orang yang tinggal di Skotlandia menghadiri acara Euro 2020 saat terinfeksi Covid-19, dengan banyak yang menghadiri pertandingan penyisihan grup melawan Inggris di London pada 18 Juni.

Peningkatan infeksi telah menimbulkan kekhawatiran bahwa gelombang ketiga dapat menyebar ke seluruh Eropa pada musim gugur, jika masyarakat tidak divaksinasi.

"Kekhawatiran akan lonjakan musim gugur masih ada, tetapi apa yang kita lihat sekarang adalah bahwa itu mungkin datang lebih awal," kata Smallwood.

KEYWORD :

Euro 2020 Klaster Stadion Covid-19 Eropa




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :