Anggota DPR RI Fraksi Golkar, Firman Soebagyo. (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Anggota Komisi IV DPR RI Firman Soebagyo meminta pemerintah membenahi sistem penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyusul gugurnya sejumlah petugas dan relawan saat menjalankan misi pemadaman.
Menurut Firman, insiden tersebut tidak boleh berlalu tanpa evaluasi. Pemerintah perlu memastikan seluruh tahapan penanganan karhutla, mulai dari pencegahan hingga operasi pemadaman, berjalan dengan memperhatikan keselamatan personel.
“Gugurnya petugas dan relawan dalam penanganan karhutla harus menjadi evaluasi serius bagi pemerintah. Pencegahan, koordinasi lintas instansi, dan perlindungan keselamatan petugas harus diperkuat agar tragedi serupa tidak terulang,” kata Firman dalam keterangan pers, Jumat (23/10).
Politikus senior Partai Golkar itu menilai, penanganan karhutla tidak bisa hanya mengandalkan pemadaman setelah api membesar. Pemerintah harus mengoptimalkan deteksi dini dan patroli di wilayah rawan, sekaligus menindak tegas pihak yang terbukti melakukan pembakaran lahan.
Firman juga menyoroti pentingnya kesiapan personel dan dukungan peralatan yang memadai. Tanpa sistem mitigasi risiko yang baik, petugas dan relawan berpotensi menghadapi bahaya besar ketika bertugas di lokasi kebakaran.
Karena itu, ia mendorong koordinasi yang lebih solid antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat terkait, Manggala Agni, serta unsur relawan. Kolaborasi tersebut dinilai penting agar respons terhadap kebakaran lebih cepat, terarah, dan tidak mengabaikan aspek keselamatan.
Selain pembenahan teknis, Firman meminta pemerintah memberikan perhatian kepada keluarga petugas dan relawan yang gugur. Ia menilai, bantuan dan santunan sesuai ketentuan perlu diberikan sebagai bentuk kepedulian negara terhadap keluarga yang ditinggalkan.
“Negara juga harus memberikan perhatian kepada keluarga korban sebagai bentuk tanggung jawab atas pengorbanan mereka. Jangan sampai pengabdian para petugas dan relawan yang mempertaruhkan nyawa demi melindungi masyarakat dan lingkungan tidak mendapatkan perhatian yang semestinya,” tegas legislator dari daerah pemilihan Jawa Tengah III tersebut.
Firman menambahkan, evaluasi penanganan karhutla harus mencakup seluruh aspek, termasuk prosedur operasi, kelengkapan perlindungan diri, kecukupan sarana pemadaman, serta efektivitas koordinasi di lapangan.
Ia berharap pemerintah menjadikan peristiwa tersebut sebagai momentum untuk memperkuat sistem penanggulangan karhutla secara berkelanjutan. Dengan begitu, upaya menjaga kawasan hutan dan melindungi masyarakat dapat dilakukan lebih efektif tanpa mengabaikan keselamatan mereka yang berada di garis depan.
“Dengan demikian, upaya melindungi kawasan hutan, lingkungan, serta masyarakat tidak lagi harus dibayar dengan hilangnya nyawa petugas dan relawan,” tandasnya.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Warta DPR Komisi IV Golkar Firman Soebagyo kebakaran hutan Karhutla

























