Minggu, 18/10/2026 01:33 WIB

Bacaan Doa Ketika Mendengar Kabar Duka





Mendengar kabar duka, seperti meninggalnya kerabat, sahabat, atau orang yang dikenal, sering kali menimbulkan kesedihan.

Ilustrasi - ini bacaan doa ketika mendengar kabar duka yang diajarkan dalam Islam (Foto: Pexels/Pavel Danilyuk)

Jakarta, Jurnas.com - Mendengar kabar duka, seperti meninggalnya kerabat, sahabat, atau orang yang dikenal, sering kali menimbulkan kesedihan.

Dalam Islam, umat Muslim dianjurkan untuk mengingat Allah SWT dan mengucapkan kalimat istirja ketika menerima kabar tentang musibah, termasuk berita kematian seseorang.

Kalimat istirja merupakan ungkapan bahwa manusia dan segala yang dimilikinya adalah milik Allah SWT dan akan kembali kepada-Nya.

Bacaan ini tidak hanya diucapkan ketika seseorang meninggal dunia, tetapi juga saat menghadapi berbagai musibah.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 156:

اَلَّذِيْنَ اِذَآ اَصَابَتْهُمْ مُّصِيْبَةٌ ۙ قَالُوْٓا اِنَّا لِلّٰهِ وَاِنَّآ اِلَيْهِ رٰجِعُوْنَ

Artinya: "Yaitu orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka berkata, `Sesungguhnya kami milik Allah dan kepada-Nyalah kami kembali.` (QS. Al-Baqarah: 156)

Kalimat istirja tersebut dibaca:

إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُونَ

Innā lillāhi wa innā ilaihi rāji‘ūn.

Artinya: “Sesungguhnya kami milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nyalah kami kembali.”

Bacaan ini mengajarkan umat Islam untuk menyadari bahwa kehidupan manusia berada dalam ketetapan Allah SWT.

Ketika menerima kabar duka, seorang Muslim dianjurkan untuk bersabar, tidak berlebihan dalam meratapi musibah, serta tetap memohon pertolongan dan rahmat Allah.

Selain mengucapkan kalimat istirja, umat Islam juga dapat memanjatkan doa agar diberikan pahala atas musibah yang dialami dan memperoleh pengganti yang lebih baik. Doa ini bersumber dari hadis riwayat Muslim.

Rasulullah SAW bersabda bahwa ketika seorang hamba tertimpa musibah, hendaknya ia mengucapkan:

اللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا

Allāhumma’jurnī fī muṣībatī wa akhlif lī khairan minhā.

Artinya: “Ya Allah, berilah aku pahala dalam musibahku ini dan gantilah dengan sesuatu yang lebih baik darinya.” (HR. Muslim)

Doa tersebut dapat dibaca oleh seseorang yang sedang mengalami musibah. Ketika mendengar kabar duka yang menimpa orang lain, seorang Muslim juga dapat mendoakan almarhum atau almarhumah, sekaligus memberikan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan.

Apabila orang yang meninggal dunia adalah seorang Muslim, doa yang dapat dipanjatkan untuknya antara lain memohon ampunan dan rahmat Allah SWT. Salah satu doa yang diajarkan dalam Islam adalah:

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ

Allāhummaghfir lahu warḥamhu.

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dia dan rahmatilah dia.”

Untuk jenazah perempuan, bacaan dapat disesuaikan menjadi Allāhummaghfir lahā warḥamhā, yang berarti, “Ya Allah, ampunilah dia dan rahmatilah dia.”

Mengucapkan doa ketika mendengar kabar duka merupakan salah satu bentuk penghambaan kepada Allah SWT.

Selain berdoa, umat Islam dapat menunjukkan kepedulian dengan menyampaikan belasungkawa secara santun, membantu keluarga yang berduka, dan menghindari ucapan yang dapat menambah kesedihan mereka.

Dengan membaca kalimat istirja dan memanjatkan doa, seorang Muslim diharapkan mampu menghadapi kabar duka dengan kesabaran, sekaligus mengingat bahwa setiap manusia pada akhirnya akan kembali kepada Allah SWT.

KEYWORD :

Info Keislaman Kabar Duka Bacaan Doa Ajaran Islam




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :