Minggu, 18/10/2026 01:33 WIB

7 Fakta Menarik Tentang Dry Ice yang Perlu Diketahui





Berikut tujuh fakta tentang dry ice yang menarik untuk diketahui.

Pengujian teknologi es kering atau dry ice untuk membantu mengurai kabut asap berbahaya akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) (Foto: BNPB)

Jakarta, Jurnas.com - Dry ice atau es kering kerap digunakan untuk menjaga suhu makanan, mengirim produk beku, hingga menciptakan efek kabut dalam pertunjukan.

Meski terlihat seperti es biasa, bahan ini memiliki karakteristik berbeda yang membuatnya perlu ditangani dengan hati-hati.

Dry ice bukan terbuat dari air yang dibekukan, melainkan karbon dioksida (CO₂) dalam bentuk padat.

Berikut tujuh fakta tentang dry ice yang menarik untuk diketahui.

1. Terbuat dari karbon dioksida

Dry ice merupakan karbon dioksida yang dipadatkan melalui proses industri. Berbeda dengan es biasa yang tersusun dari air, bahan ini memiliki sifat fisik dan cara perubahan wujud yang berbeda.

2. Memiliki suhu sangat rendah

Dry ice memiliki suhu sekitar minus 78,5 derajat Celsius pada tekanan atmosfer. Suhu tersebut jauh lebih rendah dibandingkan es batu biasa.

3. Tidak mencair menjadi air

Salah satu ciri khas dry ice adalah proses sublimasi. Ketika menerima panas, bahan ini berubah langsung dari padat menjadi gas tanpa melewati fase cair pada tekanan atmosfer normal.

4. Menghasilkan efek kabut

Ketika dry ice bersentuhan dengan air hangat, gas karbon dioksida yang dilepaskan membantu membentuk kabut putih dari tetesan air di udara. Efek ini sering dimanfaatkan dalam pertunjukan dan dekorasi.

5. Digunakan untuk menjaga makanan tetap dingin

Dry ice dapat membantu mempertahankan suhu rendah selama pengiriman makanan beku dan produk yang mudah rusak. Penggunaannya tetap memerlukan kemasan dan ventilasi yang sesuai.

6. Tidak boleh dipegang dengan tangan telanjang

Suhu ekstrem dry ice dapat menyebabkan cedera dingin atau radang dingin pada kulit. Sarung tangan berinsulasi yang sesuai dan pelindung mata diperlukan ketika menangani bahan ini.

7. Bisa berbahaya jika disimpan sembarangan

Dry ice terus melepaskan gas karbon dioksida ketika menyublim. Karena itu, bahan ini tidak boleh disimpan dalam wadah kedap udara atau digunakan di ruang tertutup tanpa ventilasi memadai.

Dry ice memiliki banyak kegunaan, tetapi karakteristiknya berbeda dari es biasa. Memahami sifat dan risiko bahan ini menjadi langkah penting sebelum menggunakannya.

KEYWORD :

Dry Ice Kebakaran Hutan Fakta Unik Sumatra dan Kalimantan




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :