Bulan purnama September 2026 yang dikenal sebagai Harvest Moon akan mencapai fase purnama pada Sabtu, 26 September 2026 (Foto: Live Science)
Jakarta, Jurnas.com - Bulan purnama September 2026 yang dikenal sebagai Harvest Moon akan mencapai fase purnama pada Sabtu, 26 September 2026. Fase purnama tepat terjadi pukul 12.49 EDT, tetapi Bulan akan tetap tampak terang dan nyaris penuh pada malam 25 dan 27 September.
Dikutip dari Live Science, Harvest Moon mendapat nama tersebut karena merupakan bulan purnama yang waktunya paling dekat dengan ekuinoks September, yang pada 2026 berlangsung 22 September.
Ekuinoks menandai kondisi ketika durasi siang dan malam hampir sama di berbagai wilayah Bumi, sekaligus menjadi penanda awal musim gugur di Belahan Bumi Utara dan musim semi di Belahan Bumi Selatan.
Bagi pengamat langit, waktu ketika Bulan purnama terbit menjelang malam menjadi salah satu momen yang menarik untuk diamati. Meski permukaan Bulan justru tidak selalu paling ideal untuk diamati secara detail ketika sedang purnama, cakram Bulan yang terang dan penuh saat terbit tetap menjadi pemandangan langit yang menonjol.
Sepanjang 2026, terdapat 13 bulan purnama, termasuk tiga supermoon dan dua gerhana Bulan. Setelah Harvest Moon September, bulan purnama berikutnya adalah Hunter`s Moon pada Oktober.
Berikut jadwal bulan purnama 2026 berdasarkan waktu yang tercantum dalam data timeanddate.com. Rangkaian tersebut dimulai dengan Wolf Moon pada 3 Januari, yang sekaligus menjadi supermoon.
Kemudian, ada Snow Moon pada 1 Februari dan Worm Moon pada 3 Maret yang bertepatan dengan gerhana Bulan total. Selanjutnya, Pink Moon muncul pada 1 April, disusul Flower Moon pada 1 Mei dan Blue Moon pada 31 Mei.
Pada 29 Juni terjadi Strawberry Moon yang sekaligus merupakan micromoon, kemudian Buck Moon pada 29 Juli dan Sturgeon Moon pada 28 Agustus yang bertepatan dengan gerhana Bulan sebagian.
Setelah itu, Harvest Moon akan terjadi pada 26 September, diikuti Hunter`s Moon pada 26 Oktober. Menjelang akhir tahun, Beaver Moon muncul pada 24 November dan sekaligus menjadi supermoon, sedangkan rangkaian bulan purnama 2026 ditutup oleh Cold Moon pada 23 Desember yang juga merupakan supermoon.
Sementara itu, tahun 2026 menghadirkan dua gerhana Bulan, tetapi hanya satu yang berstatus gerhana total. Gerhana Bulan total berlangsung pada 2–3 Maret ketika Worm Moon melintasi bayangan inti Bumi dan berubah menjadi warna merah-oranye selama sekitar 58 menit, dari pukul 06.04 hingga 07.02 EDT pada 3 Maret.
Gerhana kedua terjadi pada 27–28 Agustus dan merupakan gerhana Bulan sebagian. Sebanyak 96 persen bagian Bulan memasuki bayangan inti Bumi dan tampak berwarna merah-oranye di sekitar puncak gerhana pada pukul 00.12 EDT, 28 Agustus.
Selain gerhana Bulan, 2026 juga memiliki dua gerhana Matahari, yakni gerhana Matahari cincin pada 17 Februari dan gerhana Matahari total pada 12 Agustus.
Siklus Bulan berlangsung sekitar 29,5 hari dan secara umum dibagi menjadi delapan fase berdasarkan posisi relatif Bulan, Bumi, dan Matahari.
Siklus dimulai dari Bulan baru, ketika Bulan berada di antara Bumi dan Matahari sehingga sisi Bulan yang menghadap Bumi tidak menerima cahaya Matahari yang dapat terlihat. Fase ini menjadi satu-satunya fase ketika gerhana Matahari dapat terjadi.
Setelah itu, bagian Bulan yang menghadap Bumi secara bertahap semakin banyak mendapat cahaya. Fase tersebut berlanjut dari bulan sabit awal, kuartal pertama, hingga cembung awal sebelum mencapai bulan purnama.
Saat purnama, Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga seluruh sisi Bulan yang menghadap Bumi diterangi Matahari. Setelah itu, Bulan memasuki fase menyusut, dimulai dari cembung akhir, kuartal terakhir, hingga sabit akhir sebelum kembali menjadi Bulan baru. (*)
Sumber: Live Science
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Fenomena Langit September 2026 Harvest Moon Ekuinoks September

























