Ilustrasi - seorang sedang mandi taubat (Foto: Ist)
Jakarta, Jurnas.com - Taubat merupakan salah satu bentuk kembalinya seorang Muslim kepada Allah SWT setelah menyadari dan menyesali dosa atau kesalahan yang telah dilakukan.
Salah satu amalan yang dikenal di masyarakat adalah mandi taubat.
Dalam fikih, mandi taubat termasuk mandi sunnah, bukan mandi yang diwajibkan seperti mandi setelah junub, haid, atau nifas.
Tidak terdapat tata cara khusus yang baku mengenai mandi taubat. Mandi ini dapat dilakukan seperti mandi biasa dengan menghadirkan niat bertaubat kepada Allah SWT.
Niat pada dasarnya dilakukan dalam hati. Adapun lafal yang dapat digunakan ketika hendak mandi taubat adalah:
نَوَيْتُ الْغُسْلَ لِلتَّوْبَةِ عَنْ جَمِيعِ الذُّنُوْبِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Latin:
Nawaitul ghusla lit-taubati ‘an jami’id-dzunubi lillahi ta‘ala.
Artinya:
“Aku berniat mandi untuk bertaubat dari seluruh dosa karena Allah Ta`ala.”
Lafal tersebut dapat digunakan sebagai ungkapan niat. Namun, yang paling penting adalah kesungguhan hati untuk kembali kepada Allah SWT.
Mandi taubat dapat dilakukan seperti mandi biasa. Sebelum mandi, seseorang menghadirkan niat bertaubat dalam hati. Setelah itu, tubuh dibersihkan dan air diratakan ke seluruh bagian tubuh.
Mandi dapat diawali dengan mencuci tangan dan membersihkan bagian tubuh yang kotor. Selanjutnya, seseorang dapat berwudhu dan mengguyur kepala serta seluruh tubuh hingga air mengenai seluruh bagian yang perlu dibersihkan.
Dalam praktiknya, tata cara tersebut tidak harus mengikuti urutan tertentu sebagaimana mandi wajib. Sebab, tidak ada ketentuan khusus mengenai rincian pelaksanaan mandi taubat.
Setelah selesai mandi, seseorang dapat memperbanyak istighfar dan berdoa memohon ampun kepada Allah SWT. Salah satu bacaan istighfar yang masyhur adalah:
أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ الَّذِي لَا إِلٰهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ
Astaghfirullahal ‘azhim alladzi la ilaha illa huwal hayyul qayyum wa atubu ilaih.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung, yang tidak ada Tuhan selain Dia, Yang Maha Hidup lagi Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepada-Nya.”
Selain membaca istighfar, seseorang dapat memanjatkan doa sesuai kebutuhannya, terutama memohon agar Allah SWT mengampuni dosa dan memberikan kekuatan untuk tidak mengulangi kesalahan.
Mandi taubat tidak menjadi pengganti taubat itu sendiri. Hal yang paling penting adalah kesungguhan seseorang dalam meninggalkan dosa dan kembali kepada Allah.
Taubat yang sungguh-sungguh antara lain ditandai dengan meninggalkan perbuatan dosa, menyesali kesalahan yang telah dilakukan, serta memiliki tekad untuk tidak mengulanginya.
Jika dosa berkaitan dengan hak orang lain, maka hak tersebut juga perlu dikembalikan atau diselesaikan dengan pihak yang bersangkutan.
Karena itu, mandi taubat dapat menjadi bagian dari upaya seorang Muslim membersihkan diri secara lahir dan batin. Namun, yang menjadi inti adalah perubahan sikap dan kesungguhan untuk kembali menjalankan perintah Allah SWT.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Info Keislaman Mandi Taubat Tata Cara Bacaan Niat Agama Islam




















