Senin, 14/09/2026 10:18 WIB

Oman Tunda Pertemuan Regional Bahas Jalur Maritim Baru Selat Hormuz





Penundaan diumumkan setelah Bahrain menolak ikut dalam pertemuan tingkat menteri bersama Iran sebelum hubungan diplomatik kedua negara dipulihkan

Ilustrasi peta Selat Hormuz (Foto: Aljazeera)

Jakarta, Jurnas.com - Oman menunda pertemuan regional yang sedianya digelar Senin di Salalah untuk membahas pengaturan jalur maritim baru melalui Selat Hormuz. Penundaan diumumkan setelah Bahrain menolak ikut dalam pertemuan tingkat menteri bersama Iran sebelum hubungan diplomatik kedua negara dipulihkan.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Oman menyatakan pertemuan ditunda hingga waktu yang belum ditentukan untuk membantu menciptakan kondisi yang tepat bagi dialog konstruktif.

Keputusan tersebut, menurut Oman, ditujukan untuk membuka jalan bagi pembicaraan yang dapat menghasilkan kesepahaman berkelanjutan demi mendukung keamanan dan stabilitas kawasan.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Oman Badr Albusaidi mengatakan penundaan dilakukan demi mencapai konsensus. Ia menegaskan Oman tetap berkomitmen mendorong dialog yang mendukung stabilitas dan kerja sama jangka panjang di kawasan.

Albusaidi tidak menyebutkan tanggal baru pertemuan maupun menjelaskan secara rinci alasan penundaan. Dalam unggahannya di X, ia menyertakan bendera Bahrain, Iran, Irak, Uni Emirat Arab, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Kuwait, yang menunjukkan negara-negara yang sebelumnya diharapkan berpartisipasi.

Penundaan tersebut terjadi sehari setelah Bahrain menyatakan tidak akan mengikuti pertemuan tingkat menteri kolektif dengan Iran sebelum hubungan diplomatik kedua negara dipulihkan. Pernyataan Manama disampaikan sebagai tanggapan atas laporan mengenai rencana pertemuan regional yang membahas perkembangan di Selat Hormuz.

Juru bicara Kemlu Iran Esmaeil Baqaei sebelumnya mengatakan Tehran akan menyelenggarakan pertemuan tersebut dengan Oman sebagai tuan rumah. Pertemuan direncanakan berlangsung di tingkat menteri luar negeri dan melibatkan delapan negara yang berbatasan dengan kawasan Teluk.

Menlu Iran Abbas Araghchi mengatakan agenda utama, sekaligus satu-satunya agenda pertemuan, adalah membahas jalur maritim baru di Selat Hormuz. Ia menyebut Iran dan Oman telah menyelesaikan kesepakatan mengenai jalur tersebut, termasuk peta dan pernyataan bersama yang menjelaskan pengaturannya.

Araghchi menegaskan kesepakatan dengan Oman sama sekali tidak berarti Selat Hormuz dibuka kembali. Pembahasan yang dijadwalkan di Salalah secara khusus berkaitan dengan pengaturan jalur maritim baru.

Situasi tersebut berlangsung di tengah ketegangan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel. Bahrain menjadi salah satu negara Teluk yang menjadi sasaran Iran dalam konfrontasi tersebut, termasuk serangan Tehran terhadap lokasi yang disebutnya berkaitan dengan pasukan Amerika Serikat di Bahrain.

Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada Februari, yang kemudian dibalas Tehran dengan serangan terhadap Israel dan sejumlah target militer Amerika Serikat di kawasan. Kedua negara kemudian menandatangani Islamabad Memorandum pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar, tetapi implementasinya terhenti akibat perselisihan terkait Selat Hormuz.

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer terhadap Iran pada Agustus. Tehran kemudian merespons dengan menyerang aset militer Amerika Serikat di sejumlah negara Arab yang bersekutu dengan Washington. (*)

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Kemlu Oman Pertemuan Regional Kemlu Iran Selat Hormuz




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :