Jum'at, 11/09/2026 18:38 WIB

Korea Selatan Tegaskan Selat Hormuz Harus Tetap Aman di Tengah Tekanan AS





Pembicaraan Cho dan Araghchi berlangsung setelah Iran memperingatkan Korea Selatan agar tidak bergabung dalam operasi militer pemerintahan Presiden Donald Trump

Pasukan Militer Korea Selatan (Foto: Anadolu)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Luar Negeri Korea Selatan Cho Hyun menegaskan pentingnya menjamin pelayaran kapal secara bebas dan aman melalui Selat Hormuz dalam pembicaraan dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, Jumat (11/9).

Penegasan itu disampaikan ketika Seoul menghadapi tekanan Amerika Serikat untuk bergabung dalam operasi militer terhadap Iran di jalur strategis tersebut.

Dalam percakapan melalui telepon itu, Cho menyampaikan keprihatinan mendalam atas situasi terbaru di Timur Tengah dan berharap perdamaian serta stabilitas yang berkelanjutan dapat segera dipulihkan di kawasan. Demikian dilaporkan Yonhap News dengan mengutip Kementerian Luar Negeri Korea Selatan.

Terkait Selat Hormuz, Cho menekankan bahwa Seoul akan terus berpartisipasi dalam upaya internasional untuk memastikan kebebasan navigasi di jalur perairan strategis tersebut.

Korea Selatan, menurut Cho, secara konsisten mempertahankan posisi bahwa pelayaran seluruh kapal harus dijamin tetap bebas dan aman.

Pembicaraan Cho dan Araghchi berlangsung setelah Iran memperingatkan Korea Selatan agar tidak bergabung dalam operasi militer pemerintahan Presiden Donald Trump terhadap Teheran.

Peringatan tersebut muncul ketika Amerika Serikat mendorong Seoul untuk ikut dalam operasi di Selat Hormuz.

Dalam beberapa hari terakhir, Korea Selatan telah mengeluarkan sejumlah pernyataan yang menegaskan bahwa pemerintahnya belum mengambil keputusan untuk mengerahkan pasukan guna bergabung dalam operasi Amerika Serikat di Selat Hormuz.

Percakapan terbaru tersebut juga menjadi pembicaraan keenam antara Cho dan Araghchi sejak perang dimulai. Intensitas komunikasi itu berlangsung di tengah posisi Korea Selatan yang berada di antara hubungan aliansi militernya dengan Amerika Serikat dan kepentingannya dalam menjaga jalur pelayaran tetap aman.

Sebagai informasi, Korea Selatan merupakan sekutu Amerika Serikat berdasarkan perjanjian pertahanan dan menjadi lokasi penempatan sekitar 39.000 pasukan Amerika di Semenanjung Korea. Kondisi tersebut membuat posisi Seoul dalam merespons tekanan Washington terhadap operasi di Selat Hormuz menjadi perhatian di tengah konflik dengan Iran. (*)

Sumber: Anadolu

KEYWORD :

Korea Selatan Menlu Iran Selat Hormuz Amerikas Serikat




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :