Jum'at, 11/09/2026 13:53 WIB

Sederet Hewan Laut Ini Kurang Dilirik meski Kaya Nutrisi





Sejumlah bahan pangan laut bernutrisi tinggi seperti tiram, kerang, kepiting, cumi-cumi, hingga ubur-ubur hingga saat ini masih terabaikan

Seorang pekerja memilih cumi yang akan ditimbang di Tempat Pelelangan Ikan (TPI). (Foto dok. Humas BKIPM KKP)

Thuwal, Jurnas.com - Sejumlah bahan pangan laut bernutrisi tinggi seperti tiram, kerang, kepiting, cumi-cumi, hingga ubur-ubur hingga saat ini masih terabaikan dalam sistem perhitungan pangan global.

Studi terbaru yang dipublikasikan jurnal Nature mengungkapkan bahwa hewan laut tanpa tulang belakang (invertebrata) mengandung mikronutrisi jauh lebih tinggi dibandingkan persentase bobot hasil tangkapannya.

Penelitian yang dipimpin oleh Jessica Zamborain-Mason dari King Abdullah University of Science and Technology (KAUST) menganalisis data tangkapan laut, hasil budidaya, serta pengukuran 30 jenis nutrisi. Penelitian yang berpusat pada data pangan global ini meneliti kandungan gizi harian yang dapat diserap oleh manusia.

"Sudah terlalu lama kita mengukur keberhasilan sistem pangan akuatik dalam hitungan ton produksi, bukannya berdasarkan nutrisi yang diserahkan kepada masyarakat," ujar Jessica Zamborain-Mason, sebagaimana dikutip dari Earth pada Jumat (11/9).

Meskipun hewan invertebrata hanya menyumbang sekitar 15 persen dari total bobot tangkapan perikanan laut dunia, kelompok ini memasok lebih dari 30 persen kebutuhan vitamin C dan mangan, serta lebih dari seperempat total folat, selenium, dan natrium global.

Hasil analisis menunjukkan bahwa ketimpangan nutrisi ini terlihat semakin jelas pada sektor budidaya (akuakultur). Hewan invertebrata menyumbang sepertiga dari total berat produksi budidaya, namun memasok lebih dari 70 persen kebutuhan tembaga dan seng, serta lebih dari separuh pasokan zat besi, vitamin B12, hingga vitamin C.

Produksi budidaya kerang dan tiram pada 2019 saja diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan tahunan vitamin B12 dan selenium untuk lebih dari 5 miliar orang di seluruh dunia. Kandungan nutrisi ini bervariasi tergantung spesies, di mana hewan laut dalam dan perairan dingin memiliki kadar omega-3, zat besi, dan yodium yang jauh lebih pekat.

Para peneliti menegaskan bahwa temuan ini bukan menjadi alasan untuk melakukan penangkapan secara masif di laut lepas. Sebaliknya, pemerintah dan pemangku kepentingan diimbau untuk memperketat perlindungan serta pemantauan tata kelola perikanan, agar potensi nutrisi hewan laut ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan demi menjaga ketahanan pangan global.

KEYWORD :

Nutrisi Pangan Laut Hewan Invertebrata Ketahanan Gizi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :