Ilustrasi pengiriman minyak melalui Selat Hormuz (Foto: Resuter)
Jakarta, Jurnas.com - Harga minyak global kian meroket dengan pertumbuhan hampir menyentuh 6 persen. Data perdagangan pada Kamis menunjukkan harga minyak mentah Brent bahkan merangkak naik melampaui angka USD107 per barel, rekor tertinggi sejak 21 Mei lalu.
Pada pukul 18:58 waktu Moskow (15:58 GMT), harga kontrak berjangka minyak mentah Brent untuk pengiriman bulan November tercatat melesat 5,67 persen dari penutupan sebelumnya, bertengger di posisi USD106,94 per barel.
Sesaat sebelumnya, harga komoditas ini sempat menembus level USD107 untuk pertama kalinya sejak 21 Mei. Setali tiga uang, harga kontrak berjangka WTI untuk bulan Oktober juga terdongkrak 5,65 persen menjadi USD101,48 per barel.
Lonjakan harga ini dipicu oleh blokade yang masih terus berlangsung di kawasan perairan Selat Hormuz, yang kian memperkeruh ketegangan di wilayah tersebut.
Tercatat, lalu lintas maritim di jalur strategis ini lumpuh hingga beroperasi di bawah 20 persen dibandingkan kapasitas sebelum meletusnya perang.
Sebagai informasi, Amerika Serikat dan Israel mulai melancarkan serangan udara terhadap target-target di Iran pada 28 Februari lalu, yang langsung direspons Teheran dengan gempuran balasan.
Kendati pada pertengahan Juni lalu Washington dan Teheran sempat meneken nota kesepahaman untuk menghentikan permusuhan, namun tak lama berselang, kedua kubu kembali saling serang. Hingga detik ini, kobaran konflik tersebut masih belum menemukan titik terang.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Harga Minyak Dunia Perang Iran Selat Hormuz Iran AS


















