Kamis, 10/09/2026 12:55 WIB

Pemanasan Global, Gas Metana Purba Mulai Lepas dari Kutub Utara





Fenomena terlepasnya gas metana yang terperangkap dalam batuan serpih selama jutaan tahun ini dipicu oleh meningkatnya suhu udara global

Pemandangan air berwarna biru di Kutub Utara (Foto: Earth)

Tromso, Jurnas.com - Peneliti menemukan indikasi bahwa gas metana purba mulai terlepas secara masif dari balik gletser Kutub Utara (Arktik) akibat mencairnya lapisan es bawah tanah di Kepulauan Svalbard, Norwegia.

Fenomena terlepasnya gas metana yang terperangkap dalam batuan serpih selama jutaan tahun ini dipicu oleh meningkatnya suhu udara global yang menembus hingga ke dasar gletser.

Tim peneliti internasional yang dipimpin oleh Gabrielle Kleber dari iC3 Polar Research Hub Universitas Tromso mengambil 148 sampel air dari 19 sungai gletser.

Hasil pengujian laboratorium yang diterbitkan di Nature ini menunjukkan bahwa seluruh aliran sungai membawa konsentrasi gas metana dalam jumlah tinggi, bahkan pada kasus paling ekstrem mencapai 425 kali lipat dari batas normal yang dapat dijelaskan oleh kontak udara biasa.

"Sumber metana geologis yang kami temukan ini beroperasi di samping sumber mikroba. Di sebagian besar tempat ini, kita dapat memperkirakan masih ada sumber mikroba yang bekerja bersamaan dengan sumber geologis," ujar Gabrielle Kleber, sebagaimana dikutip dari Earth pada Kamis (10/9).

Pencairan es di permukaan menciptakan celah yang mengalirkan air hangat ke dasar gletser, lalu mengikis batuan purba dan membawa gas yang terperangkap keluar ke permukaan.

Fenomena ini berbeda dari wilayah Greenland yang gas metananya murni berasal dari pembusukan tumbuhan oleh mikroba, mengingat struktur geologis dasar Svalbard kaya akan kandungan karbon organik, batu bara, serta deposit minyak dan gas alami.

Berdasarkan pemetaan radar menembus tanah, kombinasi antara jenis batuan serpih dan mencairnya dasar gletser menjelaskan tiga perempat variasi tingginya tingkat metana di sungai-sungai Arktik.

Fenomena pergerakan gletser secara cepat (surging) juga memperluas jalur aliran air bawah tanah sehingga mendorong pelepasan gas purba yang terperangkap dalam jumlah yang jauh lebih besar.

Tim peneliti memperkirakan gletser darat di Svalbard melepas sekitar 182 hingga 368 ton metana setiap tahunnya ke atmosfer melalui aliran sungai. Angka ini bahkan belum memperhitungkan fenomena lonjakan pelepasan gas awal musim panas serta luapan dari mata air tanah di depan gletser yang diperkirakan menyumbang hingga 2.310 ton metana per tahun.

Kendati volume pelepasan ini masih jauh lebih kecil dibandingkan total emisi gas metana akibat aktivitas manusia, temuan ini menjadi peringatan awal krisis iklim.

Mekanisme serupa diprediksi juga tengah terjadi di wilayah es Arktik Rusia, Arktik Kanada, hingga Pegunungan Himalaya dan Antartika seiring dengan pemanasan global yang terus berlanjut.

KEYWORD :

Gas Metana Purba Pencairan Gletser Arktik Kutub Utara




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :