Kamis, 10/09/2026 10:37 WIB

BNPB Petakan Kesiapsiagaan Tsunami di Pesisir Banten, Ini Hasilnya





Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memetakan tingkat kesiapsiagaan menghadapi bahaya tsunami di sejumlah kawasan pesisir Banten

Gunung Anak Krakatau Erupsi. (Biro KLIK Kementerian ESDM)

Jakarta, Jurnas.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memetakan tingkat kesiapsiagaan menghadapi bahaya tsunami di sejumlah kawasan pesisir Banten, meliputi Kabupaten Pandeglang, Kabupaten Serang, dan Kota Cilegon.

Pemetaan dilakukan menggunakan indikator standar Tsunami Ready untuk memastikan kesiapan pemerintah daerah dan masyarakat menghadapi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan Tim Kedeputian Bidang Pencegahan BNPB telah menjalankan penugasan sejak 6 September 2026 dengan melakukan koordinasi bersama pemerintah daerah, memantau kondisi wilayah terdampak, sekaligus memberikan asistensi terkait kesiapsiagaan bencana.

Menurut Berton, langkah tersebut juga ditujukan untuk memastikan kesiapan masyarakat dan pemerintah setempat menghadapi potensi dampak aktivitas Gunung Anak Krakatau, termasuk bahaya tsunami di wilayah vital dan permukiman yang pernah terdampak tsunami Selat Sunda pada 2018.

"Penilaian kesiapsiagaan dilakukan di kawasan Tanjung Lesung, Desa Sumberjaya, dan Desa Panimbangjaya di Pandeglang, serta beberapa desa pesisir di Serang dan Cilegon, untuk memastikan berfungsinya sarana peringatan dini," kata Berton dalam keterangannya, Kamis (10/9).

Di Kabupaten Pandeglang, tim BNPB mencatat menara sirene peringatan dini di Kecamatan Sumur dan Panimbang berada dalam kondisi siap operasi. Jalur evakuasi juga telah terpasang dengan baik dan simulasi bencana rutin dilaksanakan.

Namun, BNPB mencatat satu perangkat masih dalam proses perbaikan. Alat Warning Receiver System (WRS) Gen di Tanjung Lesung belum sepenuhnya berfungsi karena masih menjalani perbaikan.

Sementara di Kabupaten Serang, pemeriksaan di Desa Salira, Karang Suraga, dan Desa Anyar, menunjukkan aktivasi Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) dan relawan pantai berjalan optimal, ditopang menara sirene dan peta evakuasi menuju titik aman yang berfungsi normal.

Untuk Kota Cilegon, peninjauan di Kelurahan Kubangsari memastikan keberadaan Standar Operasional Prosedur (SOP) peringatan dini, keaktifan fasilitator kelurahan dalam diseminasi informasi, serta keandalan fungsi sirene tsunami di area kantor kelurahan.

Untuk itu Berton mengungkapkan BNPB mengapresiasi kolaborasi aktif pemda dan komunitas relawan lokal dalam menjaga keandalan infrastruktur pemantauan bencana demi keselamatan masyarakat pesisir. (Ant)

KEYWORD :

Info BNPB Kesiapsiagaan Tsunami Pesisir Banten Selat Sunda Anak Krakatau




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :