Rabu, 09/09/2026 18:12 WIB

Inilah Amalan Pertama yang Dihisab di Hari Kiamat





Kedudukan shalat tidak hanya sebagai rukun Islam yang kedua, melainkan sebagai tiang utama agama yang menopang keislaman seseorang secara keseluruhan.

Ilustrasi seseorang menunaikan salat (Foto: Unsplash/Imad Alassiry)

Jakarta, Jurnas.com - Dalam ajaran Islam, kehidupan dunia diyakini sebagai ladang amal yang hasilnya akan dipanen di akhirat kelak.

Pada hari kiamat, setiap manusia akan melewati fase Yaumul Hisab atau hari perhitungan, di mana seluruh amal perbuatan selama di dunia akan ditimbang dan dimintai pertanggungjawaban secara adil.

Di antara sekian banyak ibadah yang diperintahkan, terdapat satu amalan yang mendapat porsi perhatian paling utama dan menjadi indikator bagi diterima atau tidaknya amalan-amalan lain.

Amalan yang pertama kali dihisab pada hari kiamat adalah ibadah shalat. Kedudukan shalat tidak hanya sebagai rukun Islam yang kedua, melainkan sebagai tiang utama agama yang menopang keislaman seseorang secara keseluruhan.

Rasulullah SAW secara menyampaikan bahwa shalat merupakan parameter penentu nasib seorang hamba di akhirat. Hal ini sejalan dengan hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah radhiyallahu `anhu, di mana Rasulullah SAW bersabda:

"Sesungguhnya amal yang pertama kali dihisab pada seorang hamba pada hari kiamat adalah shalatnya. Maka, jika shalatnya baik, sungguh ia telah beruntung dan berhasil. Dan jika shalatnya rusak, sungguh ia telah gagal dan rugi." (HR. Tirmidzi).

Islam memberikan jalan keluar yang penuh rahmat bagi hamba-Nya yang mungkin memiliki kekurangan, kelalaian, atau ketidaksempurnaan dalam shalat fardhunya.

Dalam lanjutan hadits yang sama, Rasulullah SAW menjelaskan bahwa Allah SWT akan memerintahkan para malaikat untuk melihat apakah hamba tersebut memiliki amalan shalat sunnah.

Jika ia terbiasa mendirikan shalat sunnah (seperti rawatib, dhuha, atau tahajud), maka pahala shalat sunnah tersebut akan digunakan untuk menambal dan menutupi kekurangan pada shalat wajibnya.

Setelah itu, barulah amalan-amalan lainnya dihisab dengan cara dan mekanisme yang serupa. Ketentuan ini menunjukkan betapa pentingnya menghidupkan shalat-shalat sunnah sebagai benteng pertahanan amal.

KEYWORD :

Hari Kiamat Amalan Pertama Dihisab Info Keislaman




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :