Minggu, 06/09/2026 20:06 WIB

Awas Bahaya Abu Vulkanik yang Menempel di Mobil dan Motor





Abu vulkanik mengandung tajamnya kristal silika serta material asam yang dapat merusak cat, komponen besi, hingga sistem pembakaran mesin

Arsip foto - Gunung Anak Krakatau Erupsi (Biro KLIK Kementerian ESDM)

Jakarta, Jurnas.com - Guyuran abu vulkanik akibat erupsi gunung berapi tidak hanya mengancam kesehatan pernapasan, tetapi juga menyimpan potensi bahaya fatal bagi kendaraan bermotor yang terparkir di area terbuka.

Banyak pemilik mobil dan sepeda motor keliru menganggap abu vulkanik sama seperti debu jalanan biasa. Akibatnya, pembersihan sering kali ditunda atau dilakukan secara asal-asalan.

Padahal, abu vulkanik mengandung tajamnya kristal silika serta material asam yang dapat merusak cat, komponen besi, hingga sistem pembakaran mesin jika tidak langsung dibersihkan secara benar.

Berikut ini beberapa dampak buruk abu vulkanik yang menempel di kendaraan jika dibiarkan terlalu lama:

1. Merusak Lapisan Cat dan Memicu Baret Permanen

Abu vulkanik sejatinya merupakan pecahan batuan tajam dan partikel silika halus.

Jika menyapu atau mengelap bodi kendaraan dalam kondisi kering, partikel tajam ini akan bertindak layaknya amplas kasar yang menggores clear coat (lapisan pelindung cat). Baret halus (swirl mark) hingga goresan dalam tidak akan bisa dihilangkan hanya dengan pemolesan biasa.

2. Mempercepat Korosi dan Karat pada Komponen Besi

Partikel abu gunung berapi memiliki kandungan sulfur (belerang) dan bersifat asam. Ketika abu yang menempel di bodi atau kolong kendaraan terkena kelembapan udara atau percikan air hujan, reaksi kimia asam akan terjadi.

Sifat asam inilah yang dengan cepat mengikis lapisan pelindung logam hingga memicu tumbuhnya karat pada sasis, knalpot, dan kaki-kaki kendaraan.

3. Merusak Karet Wiper dan Menggores Kaca Utama

Abu vulkanik yang mengendap di balik bilah wiper sering kali tidak disadari pengemudi. Saat wiper dinyalakan untuk membersihkan kaca depan (windshield), gesekan antara karet wiper yang berabu tebal dan permukaan kaca akan langsung memicu goresan permanen yang mengganggu visibilitas berkendara.

4. Penyumbatan Filter Udara dan Kerusakan Mesin

Partikel abu vulkanik berukuran sangat mikro (PM10 hingga PM2.5) sehingga mudah tersedot masuk ke dalam ruang mesin melalui saluran asupan udara (air intake).

Jika filter udara tersumbat abu tebal, aliran udara menuju ruang bakar akan terhambat, memicu penurunan performa mesin, pemborosan bahan bakar, hingga risiko ausnya dinding silinder piston.

5. Merusak Sistem Pengereman

Debu abu vulkanik yang menyusup ke sela-sela kaliper, piringan cakram (disc brake), atau tromol dapat mengganggu kinerja pengereman. Gesekan partikel keras di antara kampas rem dan cakram memicu bunyi decit tajam serta mempercepat keausan komponen pengereman secara tidak merata.

KEYWORD :

Abu Vulkanik Dampak Abu Vulkanik Kendaraan Bermotor Gunung Anak Krakatau




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :