Ilustrasi - Hari Penelitian Kanker Payudara Sedunia (Foto: Ubaid E Alyafizi/Unsplash)
Jakarta, Jurnas.com - Di antara deretan peringatan penting pada pertengahan bulan Agustus, tanggal 18 Agustus secara khusus ditetapkan oleh komunitas medis dan aktivis kesehatan internasional sebagai Hari Penelitian Kanker Payudara Sedunia (World Breast Cancer Research Day).
Peringatan ini memegang peranan krusial dalam mendorong fokus dunia pada pencarian obat, pengembangan terapi baru, serta inovasi metode deteksi dini bagi salah satu jenis kanker paling umum di dunia.
Pemilihan tanggal 18 Agustus yang merupakan hari ke-18 pada bulan ke-8 bukanlah sebuah kebetulan matematis.
Angka 1 dan 8 dipilih secara khusus untuk merepresentasikan statistik medis dunia yang mencatat bahwa 1 dari 8 wanita diperkirakan akan terdiagnosis kanker payudara dalam masa hidup mereka.
Atas dasar statistik yang memprihatinkan tersebut, Dr. Susan Love Foundation, salah satu organisasi riset kanker payudara terkemuka di Amerika Serikat, secara resmi memprakarsai penetapan 18 Agustus sebagai World Breast Cancer Research Day pada Mei 2021.
Secara global, bulan Oktober telah lama dikenal sebagai Bulan Kesadaran Kanker Payudara (Breast Cancer Awareness Month). Kendati demikian, para ilmuwan dan peneliti menilai bahwa upaya mendukung riset ilmiah tidak cukup hanya digelorakan selama satu bulan dalam setahun.
Penggagas hari peringatan ini sengaja menempatkan Hari Penelitian Kanker Payudara Sedunia di bulan Agustus, terpisah dari kampanye merah muda pada bulan Oktober, guna menegaskan pesan bahwa dukungan terhadap penelitian laboratorium, uji klinis, dan pendanaan riset ilmiah harus berjalan secara terus-menerus sepanjang tahun.
Kesadaran masyarakat (awareness) mengenai ancaman penyakit memang penting, tetapi inovasi risetlah yang pada akhirnya dapat menemukan obat dan menyelamatkan jiwa para penderita.
Hingga saat ini, kanker payudara masih menyumbang persentase signifikan dari seluruh kasus kanker baru pada perempuan di tingkat global. Peringatan 18 Agustus menjadi wadah bagi lembaga kesehatan, ilmuwan, serta donatur dunia untuk menggalang kolaborasi ilmiah.
Fokus utama riset saat ini tidak hanya tertuju pada pengobatan konvensional seperti kemoterapi dan radiasi, tetapi juga pada pengembangan pengobatan presisi (precision medicine), imunoterapi, serta pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan akurasi mamografi demi deteksi sejak stadium awal.
Google News: http://bit.ly/4omUVRy
Terbaru: https://jurnas.com/redir.php?p=latest
Langganan : https://www.facebook.com/jurnasnews/subscribe/
Youtube: https://www.youtube.com/@jurnastv1825?sub_confirmation=1
Hari Penelitian Kanker Payudara Sedunia 18 Agustus Peringatan Internasional Bulan Agustus





















