Jum'at, 14/08/2026 10:52 WIB

Sidang Tahunan MPR, Muzani: Demokrasi Tak Kuat dengan Saling Mencela





Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengingatkan bahwa demokrasi tidak akan semakin kuat jika kebebasan berpendapat justru diwarnai saling mencela dan menghina.

Ketua MPR, Ahmad Muzani membuka Sidang Tahunan MPR RI di Ruang Sidang Paripurna, Kompleks Parlemen, Jumat, 14 Agustus 2026.

Jakarta, Jurnas.com - Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengingatkan bahwa demokrasi tidak akan semakin kuat jika kebebasan berpendapat justru diwarnai saling mencela dan menghina.

Hal itu disampaikan Muzani saat membuka Sidang Tahunan MPR RI di Ruang Sidang Paripurna, Kompleks Parlemen, Jumat, 14 Agustus 2026.

"Demokrasi tidak akan menjadi lebih kuat karena kita semakin keras mencela," kata Muzani.

Menurut dia, demokrasi akan semakin kokoh apabila kebebasan berbicara dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Perbedaan pandangan, kata Muzani, seharusnya disampaikan dengan argumentasi dan tidak menjadi alasan untuk merendahkan pihak lain.

Muzani mengatakan, Indonesia telah memilih demokrasi dalam mengelola aspirasi dan pandangan yang berbeda.

"Kita boleh berbeda pandangan, tetapi perbedaan itu hendaknya disampaikan dengan cara budi dan bahasa yang baik," katanya.

Muzani kemudian mengutip kalimat dari pujangga Besar Melayu dari Pulau Penyengat, Raja Ali Haji namanya, menulis dalam Gurindam 12.

"Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa," tuturnya.

Dalam acara ini, Presiden Prabowo Subianto juga akan menyampaikan laporan kinerja lembaga-lembaga negara, sekaligus pidato kenegaraan dalam rangka HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

Prabowo kemudian akan kembali berpidato pada Rapat Paripurna DPR RI dengan agenda penyampaian Rancangan APBN (RAPBN) 2027 beserta nota keuangan.

 

KEYWORD :

Sidang Tahunan MPR Demokrasi Indonesia Etika Demokrasi Presiden Prabowo




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :