Minggu, 02/08/2026 12:46 WIB

Pameran Kampus Taiwan, Belasan Ribu Pelajar RI Berburu Beasiswa





Tak kurang dari 12 ribu pengunjung memenuhi pameran pendidikan perguruan tinggi Taiwan, Taiwan Higher Education Fair Indonesia (THEFI) 2026 di Jakarta

Pengunjung memadati pameran pendidikan perguruan tinggi Taiwan, THEFI 2026 (Foto: Muti/Jurnas.com)

Jakarta, Jurnas.com - Tak kurang dari 12 ribu pengunjung memenuhi pameran pendidikan perguruan tinggi Taiwan, Taiwan Higher Education Fair Indonesia (THEFI) 2026 yang berlangsung di Jakarta pada Sabtu (1/8) kemarin.

Tahun ini, THEFI menghadirkan 65 perguruan tinggi ternama dari Taiwan yang menawarkan berbagai pilihan program studi, mulai dari jenjang sarjana, magister, hingga doktoral.

"Selain itu, pengunjung juga bisa memperoleh informasi mengenai berbagai skema beasiswa, program belajar Bahasa Mandarin, kehidupan mahasiswa di Taiwan, biaya hidup, peluang magang, hingga prospek karier setelah lulus," kata Ketua Umum Ikatan Citra Alumni Taiwan se-Indonesia (ICATI), Hengky Lau.

Sejak pameran dibuka, ribuan pengunjung langsung memadati area booth-booth kampus yang ada dalam pameran. Sebagian besar pengujung datang ialah pelajar bersama orangtua, ada pula calon mahasiswa bersama orangtua, atau pelajar bersama guru sekolah.

Sepanjang hari, hampir seluruh booth perguruan tinggi rata dipenuhi oleh pengunjung yang berkonsultasi langsung dengan para perwakilan universitas.

Tak tanggung-tanggung 180 delegasi yang terdiri atas rektor, dekan, dosen, serta perwakilan universitas turun langsung menjawab para pengunjung yang bertanya saat bertandang ke masing-masing booth.

Beragam pertanyaan seputar program-program studi unggulan, fasilitas kampus, panduan kehidupan mahasiswa dan biaya hidup, peluang magang, peluang karier di Taiwan, hingga beasiswa menjadi hal yang paling sering disampaikan.

Ketua ICATI Jakarta, Simon Hu, mengatakan para pengunjung datang berburu berbagai program beasiswa S1, S2, S3 hingga program pembelajaran Bahasa Mandarin, yang disediakan Pemerintah Taiwan.

Salah satu program yang paling diminati pengunjung beasiswa Bahasa Mandarin berasal dari TETO (Taipei Economic and Trade Office (TETO). Sebab, persyaratan program tersebut relatif mudah.

Calon peserta tidak diwajibkan terlebih dulu diterima di universitas tertentu di Taiwan, namun hanya berusia minimal 18 tahun, punya ijazah SMA atau sederajat, serta menulis surat motivasi untuk mendaftar beasiswa.

Bahkan, kesempatan ini tetap terbuka bagi pelajar yang belum menguasai bahasa Mandarin. Melalui beasiswa bahasa Mandarin selama satu tahun ini, pelajar akan menerima 28.000 NTD atau sekitar Rp15 juta hingga Rp16 juta setiap bulan. Dana tersebut sudah mencakup biaya belajar dan biaya hidup.

"Untuk mendapat beasiswa belajar Bahasa Mandarin ini, pendaftaran bisa dilakukan langsung melalui TETO setiap Februari hingga Maret," ujar Simon.

Selain itu, tersedia berbagai skema beasiswa lain, termasuk Overseas Chinese Scholarship dan Intense Program, yakni program beasiswa penuh yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk langsung bekerja di perusahaan-perusahaan Taiwan setelah lulus.

Adapun program tersebut difokuskan pada tiga bidang strategis, yaitu STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics), keuangan (finance), dan semikonduktor.

"Tahun ini ada sekitar 490 mahasiswa yang lulus dari program tersebut. Sebanyak 300 di antaranya berasal dari Indonesia dan kini telah bekerja di berbagai perusahaan Taiwan," dia menambahkan.

Dalam pameran tersebut, sejumlah universitas ternama juga menjadi tujuan utama para pengunjung, di antaranya National Taiwan University (NTU), National Tsing Hua University, dan National Yang Ming Chiao Tung University (NYCU).

Hal itu tak terlepas dari reputasi dari ketiga perguruan tinggi tersebut merupakan universitas berkelas dunia yang masuk dalam jajaran 200 universitas terbaik dunia versi QS World University Rankings 2026.

Tak ketinggalan, ICATI juga menyediakan program bantuan pendidikan berupa kredit tanpa bunga sebesar 40.000 dolar Taiwan atau sekitar Rp19–20 juta per semester bagi mahasiswa yang mengalami keterbatasan ekonomi. Kredit ini bisa dilunasi setelah mahasiswa bekerja ataupun dicicil selama masa kuliah melalui penghasilan dari pekerjaan paruh waktu.

Menariknya lagi, Pemerintah Taiwan mengeluarkan kebijakan yang memperbolehkan mahasiswa internasional bekerja paruh waktu guna membantu meringankan biaya hidup selama menjalani pendidikan.

KEYWORD :

Pameran Kampus Taiwan THEFI 2026 Beasiswa Pendidikan Tinggi




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :