Selasa, 07/07/2026 18:48 WIB

Puan Ajak Indonesia-India Perkuat Kerja Sama di Tengah Gejolak Global





Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami untuk menyambut Yang Mulia beserta rombongan delegasi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Ketua DPR, Puan Maharani

 

Jakarta, Jurnas.com - Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut langsung kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Narendra Modi di Gedung DPR RI, Senayan, Selasa (7/7). Dalam kesempatan tersebut, Puan menegaskan pentingnya diplomasi parlemen sebagai instrumen untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia dan India di tengah dinamika geopolitik global.

Kedatangan PM Modi ke kompleks parlemen merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kenegaraannya ke Indonesia. Sebelum menghadiri agenda di DPR, Modi lebih dahulu melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, yang menghasilkan penandatanganan sejumlah kerja sama di berbagai sektor.

Setibanya di Gedung DPR, PM Modi disambut langsung oleh Puan Maharani. Setelah mengisi buku tamu dan menandatangani piagam kehadiran, Modi bersama Presiden Prabowo, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, Ketua MPR Ahmad Muzani, dan Ketua DPD Sultan Bachtiar Najamudin melakukan foto bersama sebelum menuju Ruang Pustaloka.

Dalam sambutannya sebelum pidato PM Modi di hadapan anggota DPR, Puan menyampaikan kehormatan atas kunjungan pemimpin India tersebut ke parlemen Indonesia.

“Merupakan suatu kehormatan dan kebahagiaan bagi kami untuk menyambut Yang Mulia beserta rombongan delegasi di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia,” ujar Puan.

Puan mengatakan Indonesia dan India memiliki hubungan historis yang panjang, mulai dari kehadiran Presiden Sukarno sebagai tamu kehormatan pada Hari Republik India pertama tahun 1950 hingga peran kedua negara sebagai penggagas Konferensi Asia-Afrika yang melahirkan semangat Dasasila Bandung dan menjadi fondasi Gerakan Non-Blok.

Ia juga mengingatkan bahwa Gedung DPR memiliki nilai sejarah sebagai bangunan yang dipersiapkan untuk penyelenggaraan Conference of the New Emerging Forces (CONEFO), gagasan Presiden Sukarno yang mencerminkan aspirasi negara-negara berkembang agar memiliki posisi setara dalam tatanan global.

“Hingga hari ini, semangat tersebut tetap kami jaga dalam pelaksanaan fungsi parlemen dan diplomasi Indonesia,” katanya.

Puan menilai hubungan Indonesia dan India kini memasuki fase yang semakin strategis. Sebagai dua negara demokrasi besar dan kekuatan maritim di kawasan Samudra Hindia, menurutnya kedua negara memiliki tanggung jawab bersama menjaga stabilitas kawasan serta memperkuat kerja sama pembangunan.

Karena itu, DPR RI mendukung peningkatan hubungan kedua negara menjadi Comprehensive Strategic Partnership serta implementasi Shared Vision on Maritime Cooperation in the Indo-Pacific sebagai fondasi perluasan kerja sama di berbagai bidang.

Di tengah meningkatnya rivalitas global, gangguan rantai pasok, krisis pangan dan energi, hingga perubahan iklim, Puan menilai sinergi antara parlemen dan pemerintah menjadi modal penting dalam memperkuat hubungan bilateral.

“Diplomasi parlemen tidak hanya melengkapi diplomasi pemerintah, tetapi juga memperluas ruang dialog, membangun saling pengertian, memperkuat kepercayaan, serta mendorong lahirnya dukungan politik bagi berbagai agenda kerja sama bilateral maupun multilateral yang menjadi kepentingan bersama,” tegasnya.

Puan juga mengapresiasi pembentukan India-Indonesia Parliamentary Friendship Group oleh Parlemen India pada Februari lalu yang diharapkan dapat bersinergi dengan Grup Kerja Sama Bilateral DPR RI-Parlemen India.

Selain kerja sama politik, Puan berharap hubungan ekonomi Indonesia dan India tidak hanya berorientasi pada peningkatan nilai perdagangan, tetapi juga mendorong hilirisasi industri, transfer teknologi, penguatan rantai pasok regional, serta penciptaan iklim investasi yang lebih pasti dan saling menguntungkan.

Menutup sambutannya, Puan menekankan bahwa hubungan Indonesia dan India tidak hanya dibangun oleh kepentingan politik dan ekonomi, tetapi juga ikatan sejarah dan budaya yang telah terjalin selama berabad-abad.

Ia menyebut kisah Ramayana yang hidup dalam budaya kedua bangsa serta keberadaan Borobudur sebagai simbol peradaban yang dibangun atas kebijaksanaan dan penghormatan terhadap kemanusiaan.

“Semoga semangat yang diwariskan kedua mahakarya peradaban ini terus menjadi jembatan yang mempererat kerja sama Indonesia dan India demi perdamaian dan kemakmuran bersama, serta dunia yang lebih baik,” tutup Puan.

 

 

 

KEYWORD :

Ketua DPR Puan Maharani PM India Narendra Modi kerja sama gejolak global




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :