Sabtu, 20/06/2026 00:07 WIB

Hari Pengungsi Sedunia Diperingati Setiap 20 Juni, Ini Sejarahnya





Setiap tanggal 20 Juni, masyarakat dunia memperingati Hari Pengungsi Sedunia (World Refugee Day).

Ilustrasi - Hari Pengungsi Sedunia yang diperingati setiap 20 Juni, ini sejarahnya (Foto: UNICEF)

Jakarta, Jurnas.com - Setiap tanggal 20 Juni, masyarakat dunia memperingati Hari Pengungsi Sedunia (World Refugee Day).

Peringatan internasional yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini menjadi momentum untuk menghormati jutaan orang yang terpaksa meninggalkan rumah dan negara asal mereka akibat perang, konflik, kekerasan, maupun penganiayaan.

Hari Pengungsi Sedunia tidak hanya menjadi ajang penghormatan terhadap para pengungsi, tetapi juga sarana untuk meningkatkan kesadaran global mengenai tantangan yang mereka hadapi serta pentingnya solidaritas kemanusiaan di tengah berbagai krisis yang terjadi di dunia.

Hari Pengungsi Sedunia pertama kali diperingati secara global pada 20 Juni 2001. Tanggal tersebut dipilih untuk menandai peringatan 50 tahun Konvensi Pengungsi 1951 atau Convention Relating to the Status of Refugees, yang menjadi dasar hukum internasional dalam melindungi hak-hak pengungsi.

Sebelum dikenal sebagai Hari Pengungsi Sedunia, tanggal 20 Juni diperingati di kawasan Afrika sebagai Africa Refugee Day.

Kemudian, pada Desember 2000, Majelis Umum PBB secara resmi menetapkan World Refugee Day sebagai hari internasional yang diperingati setiap tahun oleh seluruh negara anggota.

Sejak saat itu, berbagai kegiatan edukasi, kampanye kemanusiaan, seminar, diskusi publik, hingga penggalangan dukungan bagi pengungsi rutin digelar di berbagai belahan dunia setiap 20 Juni.

Menurut Konvensi Pengungsi PBB 1951, pengungsi adalah seseorang yang meninggalkan negara asalnya karena memiliki ketakutan yang beralasan terhadap penganiayaan akibat ras, agama, kebangsaan, keanggotaan kelompok sosial tertentu, atau pandangan politik.

Mereka tidak dapat atau tidak berani kembali ke negara asal karena ancaman tersebut. Dalam beberapa dekade terakhir, jumlah pengungsi dunia terus meningkat akibat berbagai konflik bersenjata, ketidakstabilan politik, pelanggaran hak asasi manusia, hingga bencana kemanusiaan yang berkepanjangan.

PBB melalui badan pengungsi dunia, UNHCR, menjelaskan bahwa Hari Pengungsi Sedunia bertujuan untuk menyoroti hak, kebutuhan, dan impian para pengungsi.

Peringatan ini juga mendorong masyarakat internasional untuk memberikan dukungan agar para pengungsi dapat hidup dengan aman, memperoleh akses pendidikan, pekerjaan, serta kesempatan membangun masa depan yang lebih baik.

Selain itu, Hari Pengungsi Sedunia menjadi pengingat bahwa para pengungsi bukan hanya korban konflik, tetapi juga individu yang memiliki ketahanan, keberanian, dan kemampuan untuk bangkit dari berbagai kesulitan yang mereka alami.

Di tengah meningkatnya jumlah pengungsi global, peringatan ini menjadi semakin relevan. Berbagai organisasi kemanusiaan menilai bahwa pengungsi sering menghadapi tantangan berupa keterbatasan akses pendidikan, layanan kesehatan, pekerjaan, hingga diskriminasi sosial di negara tempat mereka mencari perlindungan.

Melalui Hari Pengungsi Sedunia, masyarakat diajak untuk membangun empati, memahami kondisi para pengungsi, serta mendukung upaya internasional dalam memberikan perlindungan dan solusi jangka panjang bagi mereka yang terpaksa meninggalkan rumahnya demi keselamatan.

KEYWORD :

Hari Pengungsi Sedunia World Refugee Day Peringatan Dunia 20 Juni




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :