Selasa, 04/08/2026 23:01 WIB

AS Alihkan 44 Kapal, Iran Ancam Tembak Kapal Perang di Selat Hormuz





CENTCOM menyatakan bahwa blokade laut yang tengah dilancarkan terhadap Iran telah mengalihkan rute 44 kapal dagang

Lalu lintas maritim di Selat Hormuz seperti yang terlihat dari Musandam, Oman pada 3 Agustus 2026 (Foto: Reuters)

Jakarta, Jurnas.com - Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan bahwa blokade laut yang tengah dilancarkan terhadap Iran telah mengalihkan rute 44 kapal dagang pada Senin (3/8).

Sementara itu, penasihat militer senior Iran memperingatkan bahwa Teheran tidak akan mentolerir segala bentuk upaya AS untuk membuka jalur pelayaran di luar ketentuan yang ditetapkan Iran di Selat Hormuz.

Melalui unggahan di platform media sosial X, CENTCOM mengonfirmasi bahwa pasukan AS terus memperketat blokade terhadap Iran. Hingga Senin, CENTCOM tercatat telah mengalihkan 44 kapal dagang, melumpuhkan dua kapal, dan melakukan penggeledahan terhadap dua kapal lainnya.

Pada hari yang sama, Mohsen Rezaei, penasihat militer Pemimpin Tertinggi Iran, mengeluarkan peringatan keras atas tindakan AS di jalur pelayaran strategis tersebut.

Rezaei menegaskan kepada media bahwa Iran tidak akan pernah mengizinkan AS membuat rute pelayaran di luar jalur yang diatur oleh Iran di Selat Hormuz. Ia memperingatkan, bahkan kapal perang AS yang dikerahkan di sepanjang rute tersebut akan dijadikan sasaran tembak.

Rezaei menekankan bahwa meski Iran tidak menginginkan perang, angkatan bersenjatanya berada dalam kesiapsiagaan penuh dan siap bertempur demi membela negara.

Ia mendesak AS untuk mengubah perilakunya dan mematuhi isi nota kesepahaman (MoU) yang ditandatangani kedua negara pada Juni lalu, serta memperingatkan jika hal itu diabaikan, kapal perang AS akan menghadapi ancaman serius dan militer Iran tidak akan tinggal diam.

Secara terpisah, Rezaei mengungkapkan bahwa Iran sebelumnya telah bersiap melancarkan serangan balasan ke tiga lokasi di Ukraina, namun membatalkan rencana tersebut setelah pihak Ukraina mengajukan permohonan maaf.

Rencana serangan balasan tersebut merupakan respons atas gempuran Ukraina terhadap sebuah kapal dagang Iran di Laut Kaspia pada 25 Juli lalu, yang menewaskan satu pelaut dan melukai tiga lainnya.

Sumber: Arabnews

KEYWORD :

Perang Iran Iran AS Kapal Dagang




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :