Kamis, 28/05/2026 20:22 WIB

Menteri PU Kejar Penyelesaian Sekolah Rakyat di Singkawang





Pemerintah terus mempercepat penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat di Kota Singkawang untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem.

Menteri PU, Dody Hanggodo saat meninjau kesiapan infrastruktur di Banten (Foto: Ist/Humas PU)

Jakarta, Jurnas.com - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menegaskan pemerintah terus mempercepat penyelesaian pembangunan program Sekolah Rakyat di Kota Singkawang untuk mendukung pengentasan kemiskinan ekstrem dan memastikan anak-anak dari keluarga prasejahtera dapat mulai bersekolah tepat waktu pada tahun ajaran baru Juli 2026.

"Ini salah dua dari lima titik yang masih masuk zona merah dengan progres terendah. Tapi kami terus kejar supaya selesai Juni ini," kata Dody saat meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Singkawang, Kamis, 28 Mei 2026.

Menurut dia, percepatan pembangunan dilakukan melalui kolaborasi lintas sektor, mulai dari dukungan TNI, pemerintah daerah hingga tambahan pendanaan untuk kontraktor pelaksana.

"Kami berharap dengan support Pak Panglima, Pak Kasat, tambahan tenaga dari mereka, kemudian support daerah untuk pendanaan, mudah-mudahan selesai tepat waktu," ujarnya.

Dody mengatakan, pemerintah tidak ingin laporan progres pembangunan hanya bersifat administratif, namun benar-benar sesuai kondisi lapangan. Karena itu, dirinya turun langsung memastikan berbagai kendala dapat segera diatasi.

"Saya ingin memastikan apa yang kurang dan apa yang belum. Jadi kalau ada kendala di lapangan, tugas saya membantu mengomunikasikan dengan para petinggi di Jakarta supaya bisa segera diselesaikan," katanya.

Ia mengungkapkan kendala utama pembangunan sejumlah Sekolah Rakyat saat ini berkaitan dengan persoalan pendanaan dan arus kas kontraktor pelaksana.

"Kalau bicara kendala utama, sebetulnya uang atau cash flow. Karena kalau ada uang, tenaga kerja bisa ditambah, material bisa dibeli. Tapi dalam kondisi ekonomi sekarang, supplier juga tidak mau lagi memberi utang material," katanya.

Meski demikian, Dody tetap optimistis sebagian besar proyek Sekolah Rakyat dapat selesai dan mulai difungsikan tahun ini.

"Kalau saya tidak optimistis, bagaimana yang lain. Optimistis itu penting supaya kita bisa berpikir apa yang harus dikerjakan agar selesai tepat waktu," katanya.

Ia menambahkan program Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah memutus rantai kemiskinan ekstrem melalui akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat kurang mampu.

"Kami ingin adik-adik yang hari ini masih di level prasejahtera bisa masuk sekolah tepat waktu di tahun ajaran baru Juli 2026," kata Dody.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie menyatakan pemerintah daerah siap mengawal percepatan pembangunan Sekolah Rakyat agar target penyelesaian dapat tercapai.

"Atas nama Pemerintah Kota Singkawang dan masyarakat, kami berterima kasih kepada Bapak Menteri yang sudah berkunjung bersama tim ke Singkawang. Kami bersama wakil wali kota siap membantu mengawal progres pembangunan ini," katanya.

Tjhai mengatakan pemerintah daerah juga akan turun langsung memantau perkembangan proyek dan membantu menyelesaikan berbagai kendala yang muncul di lapangan.

"Nanti kami akan melihat langsung perkembangan pengerjaannya. Kalau ada kekurangan atau kendala, kami siap membantu dan mengawal prosesnya," ujarnya.

Ia menambahkan dukungan pemerintah daerah selama ini diberikan mulai dari penyediaan lahan hingga percepatan proses perizinan.

“Banyak sekali support dari kepala daerah, mulai dari lahan sampai perizinan AMDAL dan lainnya. Kami sangat mendukung program ini,” katanya.

KEYWORD :

Menteri Pekerjaan Umum Program Sekolah Rakyat Kemiskinan Ekstrem Sekolah Rakyat Singkawang




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :