Rabu, 27/05/2026 01:26 WIB

Mauricio Souza: Persija Bukan Tim yang Mudah Dibaca Lawan





Persija Jakarta menutup Super League 2025/26 dengan catatan statistik yang cukup mencolok.

Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza (Foto: Dok. Persija)

Jakarta, Jurnas.com - Persija Jakarta menutup Super League 2025/26 dengan catatan statistik yang cukup mencolok.

Meski gagal menutup musim di posisi terbaik, Macan Kemayoran menunjukkan identitas permainan menyerang yang konsisten sepanjang kompetisi.

Tim asuhan Mauricio Souza tercatat sebagai tim dengan jumlah tembakan ke arah gawang terbanyak sepanjang musim.

Persija membukukan 213 tembakan tepat sasaran dari total 536 percobaan, menjadikannya yang tertinggi dibanding tim lain di kompetisi.

Tak hanya agresif dalam membangun serangan, Persija juga menjadi tim paling produktif ketiga musim ini dengan torehan 65 gol.

Mereka hanya kalah dari Malut United FC yang mencetak 68 gol dan Borneo FC Samarinda dengan 74 gol.

Dominasi penguasaan bola dan intensitas menyerang yang tinggi menjadi ciri khas permainan Persija sepanjang musim. Namun di beberapa pertandingan, dominasi tersebut justru tak berbuah hasil maksimal.

Persija sempat menelan hasil kurang memuaskan saat menghadapi PSM Makassar, Semen Padang, Persib Bandung, hingga Arema FC.

Dalam sejumlah laga tersebut, Persija gagal mencetak gol meski lebih unggul dalam penguasaan permainan.

Situasi itu kemudian memunculkan anggapan bahwa pola permainan Persija mulai dipahami dan mudah dibaca lawan.

Namun Mauricio Souza menolak pandangan tersebut. Pelatih asal Brasil itu menilai statistik justru menunjukkan sebaliknya.

Menurutnya, tim yang mudah ditebak tidak mungkin menghasilkan produktivitas serangan setinggi yang ditunjukkan Persija sepanjang musim.

"Jika lawan bisa membaca permainan kami, kami tidak akan menjadi tim dengan jumlah tembakan ke arah gawang terbanyak musim ini," ujar Mauricio dikutip dari laman resmi ileague.id pada Selasa (26/5).

"Kami adalah tim yang paling banyak melepaskan tembakan ke gawang lawan. Kami juga tim dengan nilai expected goals tertinggi. Ini bukan pendapat saya, tetapi data statistik dari aplikasi penyedia statistik sepak bola dunia," tambahnya.

Mauricio menegaskan berbagai data menunjukkan Persija tampil baik secara permainan.

"Kami memegang hampir semua statistik penyerangan di kompetisi ini. Tim yang mampu menciptakan peluang lebih banyak dan memiliki expected goals tertinggi menunjukkan bahwa kami bekerja dengan baik. Karena itu saya tidak setuju jika dikatakan lawan mudah membaca permainan kami," katanya.

Meski demikian, Mauricio menyadari sepak bola pada akhirnya tetap berbicara hasil akhir.

Statistik memang penting, tetapi kemenangan tetap menjadi target utama sebuah tim. Ia pun menekankan bahwa ada hal yang bisa dikendalikan pemain di lapangan, yakni cara bermain dan kualitas penampilan, sementara hasil akhir tidak selalu bisa dipastikan.

"Saya tidak mau mencari alasan, tetapi tim saya harus bermain sesuai apa yang dilatih. Dalam 90 persen pertandingan, kami bermain seperti yang kami latih. Kami memang tidak bisa mengontrol hasil akhir, tetapi kami bisa mengontrol performa di lapangan," ujarnya.

Statistik impresif yang dimiliki Persija menjadi gambaran bahwa Macan Kemayoran memiliki fondasi permainan menyerang yang kuat.

Namun tantangan berikutnya adalah bagaimana dominasi tersebut bisa diterjemahkan menjadi hasil yang lebih konsisten pada musim mendatang.

KEYWORD :

Sepakbola Indonesia Mauricio Souza Persija Jakarta Super League




JURNAS VIDEO :

PILIHAN REDAKSI :